Memprihatinkan, Ruang Belajar SDN 05 Sriamur Tak Layak

  • Whatsapp
Posisi dinding yang bergeser

Oleh : Rukmana Fadli

Kondisi plafoon rusak parah, dapat sebabkan pada siswa didik jika ambruk
Lantai keramik ruang belajar/ruang kelas pecah

BEKASI, AMUNISINEWS.CO.ID – Realitas Sarpras Pendidikan di Tambun Utara Bekasi Jawa Barat sangat memprihatinkan. Pada SDN Sriamur 05,Tambun Utara Bekasi harus segera direnovasi, ruang belajar siswa sudah tidak layak untuk kelas belajar, keramik pecah-pecah, meja kotor dan bangku sudah pada rapuh,,,

Jumlah siswa SDN Sriamur 05 ini mencapai 635 anak siswa, Idealnya, satu ruang belajar diisi oleh 35 – 40 siswa, sehingga untuk menampung 635 siswa, dibutuhkan 20 ruang belajar, namun, realitasnya, hanya ada 6 ruang belajar yang tersediadi SDN 05 Sriamur ini, sungguh realitas yang cukup mengherankan ditengah – tengah tingginya anggaran pendidikan yang ditanggung oleh APBN.

Beberapa waktu lalu ditemui tim amunisi, Kepala sekolah Hj.Atiqoh mengatakan bahwa hal tersebut sudah beberapa kali dalam Musrenbang guna merekondisinya, tapi hingga saat ini belum terealisasi.

Hal tersebut sesuai dengan ulasan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, saat dihubungi melalui sel.whatsApp nya mengatakan” silakan sampaikan keluhan atau masukan dalam Musrenbang,” katanya.

Padahal menurut Camat Tambun Utara Drs. Sophian Hadi, beberapa bulan lalu menyampaikan, dan sudah usulkan dan bahas pembangunan ruang belajar yang baru untuk SDN  Sriamur 05 Tambun Utara Kab.Bekasi.

Pantauan awak media kisaran 20% anggaran pendidikan di gelontorkan oleh pemerintah, bagaimana bisa Sarpras di sekolah – sekolah di Kabupaten Bekasi seperti SDN 01 Srijaya, Srimukti dan SDN 05 Sriamur ini tidak memadai, dari ruang belajar yang tidak layak hingga ruang belajar yang tidak ideal dari segi jumlah anak didik.

Pemerintah Bekasi yang dipimpin Bupati Hj.Neneng Hasanah Yasin diduga terkesan kurang peduli terhadap segmen dunia pendidikan dan intrastruktur yang ada.

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait