Merasa Dicurangi, CV Srikandi Sakti Laporkan Panitia Pokja  ke Polisi dan Jaksa

  • Whatsapp

IMG-20170929-WA0011

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM-Merasa dicurangi oleh Pokja Lelang Proyek Renovasi Gedung dan Bangunan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Bangka Belitung, salah satu peserta lelang yaitu pemilik CV Srikandi Sakti ahirnya melaporkan Pokja Lelang kepada Tipikor Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (13/9/2017).
Diketahui dalam lelang proyek, panitia memenangkan CV Sikoember dari Padang Sumatera Barat, padahal salah satu persyaratan yang dimiliki CV Sikoember bermasalah.

Melalui direkturnya, Zuriah, Rabu (13/9/ 2017) lalu mendatangi gedung Pidsus Kejati Babel  guna menyampaikan laporan aduan perbuatan dugaan melawan hukum yang dilakukan panitia pokja dalam penetapan pemenang pada lelang kegiatan renovasi gedung Kantor Wilayah BPN Provinsi Bangka Belitung.
Tidak berhenti di situ, pemborong asal Sungailiat ini juga, Kamis (14/9/2017) mengantarkan surat aduannya ke Ditkrimsus Polda Kep.Babel.

Kepada amunisinews.com, Zuriah mengaku telah membuat laporan aduan ke Pidsus Kejati dan Dikrimsus Polda Kep.Babel terkait proyek yang menggunakan sumber dana DIPA Kantor Wilayah BPN Babel, tahun Anggaran 2017 PNBP-APBN tersebut.

“Tanggal 13 September 2017 lalu saya selaku direktur CV Srikandi Sakti sudah mengantarkan surat laporan aduan ke Pidsus Kejati dan tanggal 14 September 2017 juga laporan aduan saya antar ke Ditkrimsus Polda Kep. Babel,” ungkap Zuriah yang akrab disapa Iyek, Kamis malam (28/9/2017).

Menurutnya, hal itu dilakukan karena proyek pekerjaan dengan pagu dana senilai Rp 670 juta itu disinyalir telah diatur oleh oknum kelompok kerja (pokja) Kontruksi Renovasi Unit Layanan Pengadaan (ULP) Satuan Kerja (Satker) Kantor Wilayah BPN Babel, dalam penetapan pemenang dengan menggugurkan peserta lelang penawaran terendah.

“Bayangkan saja, perusahaan kami  digugurkan sebanyak tiga kali, padahal kami adalah penawar terendah pertama, meskipun Pokja ULP mengulang tiga kali lelang proyek itu. Perusahaan kami selalu terendah dan anehnya selalu digugurkan. Ini ada apa?  kesalnya.

Iyek mengaku ada dugaan kuat pihaknya telah dicurangi oleh oknum Tim Pokja.

“Saya buat laporan pengaduan ini karena merasa ada kejanggalan dalam proses lelang proyek Pembangunan dan Renovasi Gedung dan Bangunan Kanwil BPN Provinsi Bangka Belitung. Kami CV Srikandi Sakti sebagai penawar terendah pertama namun selalu digugurkan. Parahnya lelang ini pun dilaksanakan sebanyak tiga kali. Tiga kali lelang, CV Srikandi pun berada di urutan pertama, lantas kami digugurkan terus dengan alasan yang menurut saya diada-adakan,” bebernya.

Oleh karenanya, dirinya meminta aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti laporan aduan terkait adanya dugaan perbuatan melawan hukum oleh panitia pokja kontruksi renovasi gedung kantor wilayah BPN Provinsi Bangka Belitung tahun 2017 sehingga kedepannya hal seperti ini tidak terulang lagi.

“Ya, saya minta pihak Polda Kep.Babel khususnya Pak Dirkrimsus  untuk segera menindak lanjuti laporan aduan saya terkait adanya dugaan perbuatan melawan hukum oleh panitia pokja dalam pengaturan pemenang lelang proyek renovasi gedung kantor wilayah BPN Provinsi Babel, sehingga nantinya hal seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi oknum yang tidak bertanggung jawab,” harapnya.

Kepada amunisinews.com, Iyek kembali membeberkan, proses lelang proyek renovasi kantor BPN yang penuh kejanggalan. Menurut Iyek,  lelang pertama, perusahaannya merupakan penawar terendah diantara peserta lelang lainnya, namun digugurkan dengan alasan Kemampuan Personel yang dilampirkan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam SDP (Standart Dokumen Pengadaan), sehingga Pokja menggugurkan CV Srikandi Sakti dan memanggil CV Firma Jaya untuk pembuktian kualifikasi dan klarifikasi. Sedangkan CV Srikandi Sakti penawar terendah pertama malah tidak diundang untuk pembuktian kualifikasi dan klarifikasi.

“Anehnya, digugurkan bukan karena metode tapi personil hanya kesalahan kode SKT untuk Pelaksana Bangunan Gedung/Pekerjaan Gedung, saat saya sanggah/pengaduan karena Aanwizjing (Pemberian Penjelasan) pertanyaan saya tidak dijawab dan isi SDP tidak sesuai karena ade minta dukungan ACP sementara dukungan ACP itu tidak ada dalam RAB. Karena sanggahan saya akhirnya lelang pertama dibatalkan PPK,” terangnya.

Setelah lelang pertama batal, lanjut Iyek,  Pokja kembali membuka Lelang kedua dan lelang kedua ini malah  menimbulkan kesalahan fatal bagi Pokja. Sebab pada lelang tersebut tidak dibuka harga penawaran sehingga peserta tidak tahu perusahaan mana yang mendaftar pada lelang berikut harga-harga tawarannya. Namun berdasarkan jawaban sanggahan Perusahaan CV Srikandi Sakti berada pada urutan pertama penawaran harga.

“Lelang inipun langsung dibatalkan Pokja dengan hanya memberikan info pada informasi lelang. Padahal sudah seharusnya mereka mengumumkan dan mengupload BAHP. Menurut mereka (Pokja) lelang batal karena metode, semua peserta lelang tidak memenuhi syarat teknis penawaran. Padahal metode yang sama diajukan lelang pertama tidak bermasalah, artinya seharusnya secara metode memenuhi persyaratan,” beber Iyek.

Akhirnya Pokja kembali membuka tender proyek tersebut untuk yang ketiga kalinya. Hanya saja panitia Pokja diganti. Meskipun  demikian CV Srikandi Sakti tetap digugurkan karena alasan masalah penggunaan materai dengan nomor seri yang sama.

“Lagi lagi kami digugurkan hanya karena metode. Mereka (Pokja, red) minta rincian harus mencantumkan koefisien dari analisa, sementara pada metode perusahaan penawar terendah kedua yaitu CV Pesona Jagad Raya juga tidak mencantumkan koefisien metodenya tapi bagi Pokja perusahaan itu memenuhi persyaratan karena diundang untuk pembuktian kualifikasi. Padahal seharusnya perusahaan kami juga diundang untuk pembuktian kualifikasi, apalagi pada urutan pertama tawaran terendah. Saya berani bicara seperti ini karena Saya punya data file metode CV Pesona Jagad raya, dan saya siap mempertanggung jawabkan,” tegasnya.

Akhirnya,lanjut Iyek, Pokja pun hanya mengundang dua perusahaan yang berada pada penawaran terendah kedua dan ketiga, yakni CV Pesona Jagad Raya dan CV Sikoember.
Sedangkan CV Sikoember, menurutnya, tidak punya sub bidang BG004 (bangunan komersil) sementara persyaratan SDP harus BG 004. Data ini didaptkan dari LPJK.Net.

Sebenarnya kata Eye, terkait beberapa kejanggalan tersebut, dirinya sudah melayangkan sanggahan namun jawaban sanggahan dinilai tidak menjelaskan detail kesalahan CV Srikandi Sakti, makanya pihaknya mengajukan pengaduan ke PPK dengan melampirkan data-data tersebut.

“Kami layangkan sanggahan ke Pokja, karena tanggapan Pokja tidak detail makanya kami ajukan pengaduan ke PPK. Tapi jawaban PPK membuat saya terkejut. Dia bilang terserah dia mau dijawab kapan, mau tahun depan juga terserah PPK. Itu yang diomongkan PPK ke saya,” pungkasnya.

Sementara itu, kasubdit tipikor Polda Kep. Babel, AKBP Selamet seizin Dirkrimsus Polda Kep. Babel, Kombes Mukti membenarkan adanya laporan aduan yang diterima pihaknya namun saat ini masih dalam tahap penelitian.

“Siap bang dan masih diteliti dan didiskusikan dengan anggota bahannya, soalnya yang di adukan kaitannya dgn tahap lelang makanya harus diteliti benar tentang perbuatan melawan hukumnya,” kata AKBP Selamet kepada kabarbangka.com via WA messengger, Kamis (28/9/2017)..(man)

Pos terkait