Mesin Air Program Pompanisasi di Blandongan Dijual

  • Whatsapp

Oleh Asep Sukmana

KARAWANG, AMUNISINEWS.CO.ID– Kampung Blandongan, Desa Tanjung Bungin, Kecamatan Pakisjaya pada tahun 2015 mendapatkan bantuan bangunan Pompanisasi berikut mesin air dari Kementan RI melalui Dinas Pertanian Kabupaten Karawang.

Mesin pompa yang seharusnya dirawat untuk kepentingan para petani sawah yang ada dilingkungan tersebut, namun sangat disayangkan diduga telah dijual oleh H.Eman.

Menurut nara sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, mesin dibawa pada malam hari sebulan yang lalu. “ Dulu juga H.Reman ( Sekcam ) juga pernah nanyakan ke saya,” kata sumber itu.

Reman saat ditemui di ruang kantornya (27/08/18) menerangkan, pada saat ngontrol malam dia melihat Bangunan Pompa tidak ada mesinnya, lalu menanyakan kepada warga yang ada dekat lokasi tu yang bernama Rinan, katanya dijual oleh H.Eman dengan alasan tidak ada manfaatnya.

“Meskipun itu tidak manfaat tidak boleh dijual begitu saja karena ini merupakan asset daerah, harus laporan dulu ke Dinas Pertanian atau ke Kecamatan,” tegas H.Reman.

Mat Pakar, Mantri Polisi Kecamatan Pakisjaya mengatakan (28/08/18) bahwa Ketua Kelompok Tani (Rinan) pernah mencegah dibawa pada saat diangkut malam kejadian itu, bahkan Rinan saat itu disuruh tanda tangan tidak mau karena takut. “Untuk saat ini kami belum menindak lanjuti karena ada berbagai kesibukan,” ujarnya.

H.Eman saat ditemui di rumahnya (28/08/18) menjelaskan mesin itu memang dijualnya berdasarkan hasil permintaan para petani yang ada disekitar situ.

“Sayapun minta pendapat kepala desa diapun menyuruh membuat tanda tangan para petani, semua petani yang ada disekitar itu tanda tangan, tolong keterangan ini jangan direkam nanti takutnya saya kena masalah,” kilah H Eman.

Menurut Ketua Kelompok Tani yang bernama Risan (28/08/18), pompa mesin dijual sama H.Eman ditukar katanya petani butuh mesin untuk ngairin maka ditukar dengan mesin tongkor, mesin dibawanya malam sekitar jam 8, belum pernah rapat tapi oleh H.Eman disamperin supaya petani tanda tangan. “Saya belum tanda tangan sampai saat ini,” ucap Risan sambil memperlihatkan Kertas yang harus ditandangani.

 

 

Pos terkait