Rabu , 17 Januari 2018
Home / HUKUM-KRIMINAL / Miliki Narkotika dicokok Polisi dan Pasrah Diadili di PN Jakut

Miliki Narkotika dicokok Polisi dan Pasrah Diadili di PN Jakut

Oleh : Aston Darwin

PN Jakarta Utara

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Bicara soal narkoba, memang sudah merupakan hal yang biasa. Segala cara akan dilakukan, demi mendapatkan narkotika.
Namun, begitu dihadapkan dipersidangan, hanya rasa sesal dan bersalah lah yang selalu diucapkan. Lihat saja, terdakwa Abdul Rhosid bin M. Sarja dan terdakwa Andres Fransiskus Talatu yang berhasil ditangkap polisi terkait kepemilikan narkotika ini, hanya bisa terlihat pasrah saat dihadapkan di kursi panas Pengadilan Negeri Jakarta utara dengan status sebagai pesakitan.

Adapun penangkapan yang dilakukan terhadap terdakwa Abdul Rhosid bin M.Sarja dan terdakwa Andres Fransiskus Talatu, berawal saat Sugeng Riyanto, Handoko dan Kaka Agus Widarsa yang merupakan anggota polisi dari satuan narkotika Polsek Metro Cilincing, mendapatkan informasi bahwa dijalan Kampung Sawah, Semper, Jakarta utara, ada 2 orang lelaki yang sering mengkonsumsi narkotika.
Berbekal informasi tersebut, ke-3 anggota polisi itu pun, langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan. Tidak lama kemudian, terdakwa Abdul Rhosid bin M. Sarja dan terdakwa Andres Fransiskus Talatu pun, berhasil ditangkap.

Saat dilakukan pemeriksaan/ penggeledahan, dari bagian tubuh terdakwa Abdul Rhosid bin M.Sarja, ditemukan 1 buah pipa kaca seberat 0,84 gram. Dan di bagian tubuh terdakwa Andres Fransiskus Talatu, ditemukan 1 bungkus plastik klip berisikan shabu- shabu seberat 0,22 gram.
Selain itu, juga ditemukan 3 buah korek api, 2 plastik klip kecil, 1 alumunium foil, 2 buah pipa kaca dan 2 buah sendok takar shabu.
Pada sidang yang sebelumnya, saksi Sugeng Riyanto, Handoko dan Kaka Agus Widarsa mengatakan, pada saat sedang melakukan observasi, mereka mendapatkan informasi bahwa, dijalan Kampung Sawah No. 26, Rt.02/11, Kelurahan Semper Timur, Cilincing, Jakarta utara, sering dijadikan sebagai ajang untuk menyalah gunakan narkotika. Ke-3 saksi itu juga mengatakan, berdasarkan informasi itulah, terdakwa Abdul Rhosid bin M.Sarja dan terdakwa Andres Fransiskus Talatu berhasil ditangkap.

Saat diperiksa, dari bagian tubuh ke-2 terdakwa memang ada ditemukan barang- bukti berupa: 1 buah pipa kaca, 1 bungkus plastik bening berisikan narkotika jenis shabu- shabu seberat 0,22 Gram, 3 buah korek api, 2 plastik klip kecil dan alumunium foil.
Begitu mendengarkan keterangan saksi, terdakwa Abdul Rhosid bin M. Sarja dan terdakwa Andres Fransiskus Talatu, hanya bisa menggeleng- gelengkan kepalanya.
Dihadapan Majelis hakim, terdakwa Abdul Rhosid bin M. Sarja dan terdakwa Andres Fransiskus Talatu mengakui, bahwa benar pada tanggal 21 Juni 2017, mereka ditangkap karena kepemilikan narkotika. Adapun narkotika tersebut, dibeli secara patung – patungan dari saudara Black ( DPO), seharga Rp. 200.000. Rencananya, shabu – shabu tersebut, akan dipakai bersama – sama. Namun, sebelum shabu – shabu itu dinikmati, mereka malah ditangkap polisi.
Rabu, 10 Januari 2018, pukul 16.00 Wib, Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Theodora Marpaung, SH.MH mengatakan, bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Abdul Rhosid bin M.Sarja dan terdakwa Andres Fransiskus Talatu, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 112 ayat (1), jo Pasal 132 ayat (1) UURI No.35 tahun 2009 tentang, narkotika.
Menuntut, agar ke- 2 terdakwa dijatuhi hukuman pidana masing – masing selama 6 tahun penjara, dikurangi selama ke-2 terdakwa berada didalam tahanan. Membayar denda sebesar Rp. 800.000.000. Jika denda tersebut tidak bisa dibayar, maka ke -2 terdakwa, harus menggantinya dengan hukuman kurungan selama 6 bulan.
Menyatakan barang – bukti berupa : 1 bungkus plastik klip berisikan narkotika jenis shabu – shabu seberat 0,22 Gram, 3 buah pipa kaca, 3 buah korek api, 2 bungkus plastik kecil, 1 buah alumunium foil dan 2 buah sendok takar shabu, agar dirampas untuk dimusnahkan.
Hakim ketua Purnawan Warsongko, SH yang didampingi hakim anggota Ronal Salnofri Bya, SH.MH dan Jootje Sampaleng, SH.MH mengatakan, untuk mendengarkan Pembelaan (Pledoi) dari tim Penasehat Hukum terdakwa, sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali, setelah 1 minggu kedepan.

 

 

editor: maliki hd

 

(Visited 12 times, 1 visits today)

Simak Juga

Keluarga Walikota Pangkalpinang Diduga Berikan Dukungan Kepada Terdakwa

Tampil di Persidangan Kasus Kapal Isap Produksi Oleh Herman Saleh PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.CO.ID–Salah seorang keluarga Walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *