Minggu Depan Warga Kab.Serang Terima Bantuan dari Pusat dan Provinsi

  • Whatsapp

Oleh, Yusa/Faed

SERANG, AMUNISINEWS.CO.ID.- Untuk menjawab banyak pertanyaan dari berbagai kalangan khususnya masyarakat miskin terdampak covid 19, Dinsos Kab Serang melalui Sekdisnya, Sri Rahayu BSW, S.Sos, M.Si. pada kesempatan hari ini Kamis, (30/04) memberikan keterangan persnya.

“Untuk masyarakat Kab Serang dari Pusat melalui Kemensos akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama 3 bulan untuk 110,000 KK dengan nominal Rp.600,000/KK/bulannya. Sedangkan 56,100 KK akan mendapatkan BLT sebesar Rp.500,000/KK/bulannya selama 3 bulan dari Pemprov Banten”,ujarnya.

Sri Rahayu melanjutkan, Kab Serang akan memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat diluar data Kemensos, Prov Banten dan BLT Dana Desa.

Makanya kami dari Pemkab Serang sedang menunggu data penerima BLT dari Dana Desa, karena nantinya kami yang lakukan bersih-bersih data melalui penyaluran sembako,ujarnya

Nantinya bagi warga yang tidak mendapatkan bantuan dari Pusat, Provinsi, dan BLT Dana Desa akan menerima bantuan berupa paket sembako dari Pemkab Serang yang nilainya inshaaAlloh sama dengan Provinsi, tambah Sri Rahayu.

Sri Rahayu menegaskan bahwa untuk jadwal penyaluran bantuan antara Pusat dan Provinsi tidak akan sama dan datanya juga tidak akan tumpang tindih karena melalui sistem menggunakan NIK.

“Kami punya sistem dimana nantinya antara penerima bantuan dari pusat dan prov tidak akan sama”, jelas Sekdis. Minggu depan bantuan akan segera disalurkan melalui dua cara yaitu Kantor Pos dan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Sri Rahayu berpesan agar para Kades memberikan pemahaman kepada masyarakat soal sistem penyaluran bantuan ini, karena antara satu warga dengan warga yang lainnya belum tentu sama waktu pengambilannya.

Kami input data berdasarkan siapa dulu datanya yang masuk dan segera dikirim ke Pusat dan sampai saat ini data yang masuk ke Pusat sudah ada dari 29 Kecamatan yang DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan 26 Kecamatan yang Non DTKS, sedangkan untuk data ke Provinsi baru 14 Kecamatan, ujar Sri Rahayu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *