Muara Angke Bersholawat Bawa Pesan Moral Bagi Pedagang Ikan

  • Whatsapp

Oleh  Zahari

JAKARTA – AMUNISINEWS.CO.ID – Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi), masyarakat Muara Angke, Kel.Pluit, Kec.Penjaringan, Jakarta Utara, menggelar perayaan hari tersebut secara meriah di lapangan parkir Pasar Grosir/Ikan Muara Angke.

Kenapa diadakan di lapangan parkir Pasar Grosir/ikan Muara Angke? Tanya Kepala Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UPPP) Muara Angke, Mahad. Dia menyitir kisah Nabi Muhammad SAW  yang merupakan seorang pedagang yang paling amanah dalam hal perdagangan dan memiliki daya juang tinggi, profesional serta akhlak terpuji. Sikap jujur Nabi dalam berdagang mudah-mudahan dapat menular kepada pedagang di pasar grosir/ikan.

Dia berpesan sebaiknya pedagang menggelar dagangan sesuai kondisi ikan, jangan menggunakan bahan lain yang merugikan konsumen. Contohnya, memberi pewarna pada insang ikan supaya terlihat merah segar, padahal kualitas sudah rendah, memakai pengawet berupa formalin agar ikan terlihat segar dan tidak busuk serta mempermainkan ukuran timbangan tidak sesuai berat ikan.

“Dengan acara Maulid Nabi SAW para pedagang ikan ikut menyimak tausiah yang disampaikan para habib dan ustad yang mengajak dan membimbing mereka agar dalam hal perniagan ke jalan yang benar dan bersikap jujur serta profesional, ” ujarnya.

Mahad berharap setelah acara Maulid Nabi SAW para pedagang ikan merubah pola lama yang tidak sesuai norma ajaran agama menuju perdagangan yang lebih memperhatikan kepentingan konsumen, ikan yang benar-benar segar, tidak menambah pewarna, bahan pengawet ikan dan sesuai timbangan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan pelabuhan pendaratan ikan Muara Angke, diharapkan Ma’had dapat menjadi agenda tahunan bagi masyarakat nelayan sehingga membawa kesejahteraan bagi kita semua.

Sebelum acara puncak panitia acara memberikan santunan kepada seribu anak yatim. Tak kurang seribu anak yatim diberi santunan pada acara tersebut.

Seribu Anak yatim terserbut, selain dari Muara Angke, panitia mendatangkan anak-anak  yatim dari beberapa tempat di Jabotabek.

Menurut  Ketua Panitia acara Tri Waluyo dana santunan dan anggaran acara dikumpulkan dari smbangan warga dan pengusaha  Muara Angke. Setiap anak mendapat santunan senilai Rp 200 ribu.

Selain pembagian santunan, acara tersebut di hibur pegelaran seni-budaya yang menampilkan anak –anak Rumah Yatim At-Taufiqul  Mubarok. Pada malam harinya mendengarkan ceramah dari 25 Habib diantaranya Al Habib Ali Zaeinal Abidin bin Abdurrahman Alaydrus. Acara tersebut selain dihadiri tokoh masyarakat setempat juga dihadiri pejabat-pejabat penting baik DKI Jakarta maupun pusat.

Pos terkait