Muchtar Pakpahan: Hanief Dhakiri Menaker Terburuk Dalam Kinerja

  • Whatsapp

IMG-20170506-WA0009

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM- Siapa tak kenal Prof. Dr. Muchtar Pakpahan, aktivis buruh tahun 1978 ini sangat konsisten memperjuangkan hak- hak buruh, komitmennya mensejahterakan buruh tidak diragukan lagi.

Hal ini terbukti selama hampir setengah abad Muchtar membaktikan dirinya untuk kesejahteraan buruh.

Tak heran jika pemikiran – pemikiran Muchtar ikut mewarnai kebijakan – kebijakan pemerintah khususnya di bidang perburuhan, bahkan Ia sering dilibatkan dalam penyusunan Undang – Undang perburuhan.

Tragis, komitment kuat Muchtar dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh telah menghantarkannya ke dalam bilik penjara, satu minggu setelah mendapat gelar Dr, Muchtar dijemput polisi lalu dijebloskan kedalam jeruji besi. Itulah Muchtar Pakpahan, sang pejuang buruh.

Rupanya, penjara telah menjadikan Muchtar dari aktivis buruh jalanan menjadi aktivis hukum perburuhan, langkah – langkah hukum yang diambil Muchtar dalam membela hak – hak dan nasib buruh Ia lakukan melalui jalur hukum, ini berbeda dengan tahun 1978-1998 yang mana Muchtar sering melakukan tekanan – tekanan kepada perusahaan dengan aksi “brutal”.

Ini diakuinya sendiri oleh Mochtar saat wawancara beberapa bulan lalu di Fakultas Kedokteran UKI Salemba.

Menanggapi kondisi buruh saat ini Muchtar mengatakan, kondisi ketenagakerjaan saat ini semakin memburuk.”Sepanjang sejarah saya menjadi aktivis sejak tahun 1978 hingga saat ini, Menaker Hanief Dhakiri adalah Menteri yang memiliki raport terburuk dalam kinerjanya,” kata Mochtar melalui Whatsaap, Jumat (05/05/17).

Muchtar terus berjuang untuk mensejahterakan para buruh, Jumat 5 Mei jam 20.00-22.00 di sebuah Resto bilangan Jakarta Ia diskusi tentang ekonomi anggota sekaligus konsolidasi SBSI bersama Mindo Sianipar Ketua bidang Buruh, Tani dan Nelayan DPP PDIP, alhasil mereka sepakat, gerakan buruh yang akan dilakukan SBSI adalah gerakan advokasi dan gerakan membangun ekonomi anggota yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga anggota.

Dalam diskusi itu hadir juga Galih Sumadireja dari Astra Internasional yang juga pengurus Apindo.(ruk)

Pos terkait