Napak Tilas Dan Pembaretan Prajurit Pomal

  • Whatsapp
Oleh Tama/Nugroho

MALANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Dalam rangka tradisi pembaretan prajurit Polisi Militer TNI Angkatan Laut pada tahun 2018, dilaksanakan kegiatan Napak Tilas pasukan Markadi yang dilanjutkan acara tradisi pembaretan prajurit Polisi Militer TNI Angkatan Laut, dalam rangka menanamkan jiwa korsa dan kebanggaan korps prajurit Polisi Militer TNI Angkatan Laut.

Dalam menghayati sejarah tradisi perjuangan pertempuran lintas laut Jawa-Bali yang dipimpin oleh Kapten Markadi beserta pasukan M pada masa setelah kemerdekaan.

Kegiatan diawali dengan kedatangan siswa yang berjumlah 112 siswa, yang telah selesai melaksanakan latihan praktek Polisi Militer dalam Operasi Amfibi di Purboyo Malang selatan. Kemudian pada Kamis pagi 15 November 2018 seluruh prajurit siswa Polisi Militer bergerak ke Banyuwangi dengan menggunakan jalur darat.

Selanjutnya tiba di Lanal Banyuwangi pada sore hari sekira pukul 16.00 Wita, seluruh siswa langsung bergerak mendatangi pantai Boom yang merupakan titik awal embarkasi pasukan Markadi, yang dilanjutkan ziarah ke monumen pertempuran laut dimana yang di dalamnya terdapat dua makam prajurit pasukan M yang gugur di Banyuwangi.

Selanjutnya pada hari Jumat 16 November 2018 pada pukul 07.00 Wita seluruh prajurit siswa yang berjumlah 112 melintasi Selat Bali menuju Gilimanuk, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju pantai pendaratan pasukan Markadi.Pada saat malam hari sekitar pukul 19.00 Wita,  dilaksanakan upacara puncak dari kegiatan napak tilas di Monumen cekik Jembrana Bali. Dalam upacara tersebut dilanjutkan juga dengan kegiatan pembaretan kepada prajurit siswa Polisi Militer TNI Angkatan Laut, yang dilaksanakan oleh Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI DR. Nazali Lempo SH, MH terhadap para Prajurit Siswa Polisi Militer TNI AL.

Dalam amanatnya beliau mengucapkan selamat atas keberhasilan prajurit baru Polisi Militer TNI AL, yang telah melewati tahap-tahap pembaretan. Bekal ilmu yang telah dimiliki merupakan modal dasar untuk menjadi seorang prajurit dalam melaksanakan tugas di satuan.

“Perlu diketahui, baret biru merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi Prajurit Pomal. Tidak semua prajurit angkatan laut bisa menyandang predikat sebagai korps baret biru,” tegasnya.

Kegiatan Pembaretan ini diikuti oleh 112 siswa. Terdiri dari 15 siswa Pendidikan Spesialis Perwira (Dikspespa), 40 siswa Kursus Bintara Kilat (Susbakat) ,30 siswa Kursus Tamtama Kilat (Sustakat) dan 27 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Diktama).Salah satu prajurit siswa Efri Adoe, salah satu siswa Pembaretan Pusdik (pusat pendidikan) asal Kupang NTT mengatakan, bukan hal mudah bagi dirinya dan siswa lainnya untuk mendapatkan baret Polisi Militer Angkatan Laut.

Hadir dalam upacara tersebut diantaranya Sekda Pemkab Jembrana, para direktur Puspom TNI AL, Danpom Koarmada I dan II, Paban II Odpsik Kodiklatal, Dankodikdukkum, Danpusdikpom, Danpom Lantamal III Jakarta dan V Surabaya, Danlanal Denpasar, Danlanal Banyuwangi, Kapolres Jembrana, dan Wakapolres Banyuwangi. (Nugroho/Tama)

Pos terkait