NCW :Khawatirkan, Proyek Stadion Mini Tak Tepat Waktu,,,?

  • Whatsapp

ncw-casban-322-1AMUNISINEWS.COM , BEKASI, – Pekerjaan penataan stadion mini Bekasi timur mendapat sorotan berbagai elemen lapisan masyarakat dan berbagai  lembaga  masyarakat dikota Bekasi. Lembaga Swadaya Masyarakat Nasional Corruption Watch (Lsm – NCW), salah satunya meragukan pekerjaan penataan stadion mini Bekasi timur (Lap.Multiguna) yang dituangkan dari anggaran APBD 2016 melalui Dinas Bangunan dan Permukiman (Disbangkim) kota Bekasi, tidak rampung tepat pada waktunya.
Menurut Bonggar, seharusnya Dinas membagikan lelang ke beberapa kontraktor, mengingat waktu yang mendesak.

ncw-casban-322-2Agar proyek yang mengerjakan papingblok tersebut lain, pemasangan resapan lain, pemadatan (pengurugan tanah) sehingga pekerjaannya pun dapat berjalan dengan baik. Di satu sisi merekapun harus menguasai di bidang pertamanan dan landscape sehingga pekerjaan tersebut akan sesuai harapan hasilnya.
Dan seharusnya dinas memberikan kegiatannya kepada kontraktor yang memiliki skill di bidangnya masing-masing.

Apabila mengingat waktu yang sangat riskan seharusnya pada saat pelelangan di bagi-bagi ke beberapa kontraktor yang menguasai bidang masing-masing jangant include ke satu kontraktor saja.” Ungkap Bonggar

Lanjutnya, dan bila kita lihat disini perencanaannya pun terkesan terburu-buru dan kurang matang sehingga selalu terjadi perubahan-perubahan siteplan gambarannya, sehingga bila diprediksikan dan di khawatirkan persoalan seperti itu akan berdampak kepada proyek-proyek lain di Dinas Bangunan dan Permukiman (Disbangkim) dan banyak pula nantinya proyek yang tidak rampung tepat pada waktunya.

Dok. Siteplan dan lokasi kegiatan Lap.Multiguna
Dok. Siteplan dan lokasi kegiatan Lap.Multiguna

Bila selalu ada perubahan-perubahan saat proyek sudah berjalan, mengingat batas waktu yang dikeluarkan dinas masa kalender waktunya sudah jelas.

Seharusnya bila perencanaan belum siap, di kembalikan ke pihak ketiga ,. Kan, yang memang memiliki tenaga ahlinya sudah komplit sesuai sertifikat dan ijasah bidang di  strukturnya masing-masing, dan ketika verifikasi tenaga ahlinya harus dihadirkan supaya mereka tau tenaga ahlinya kontraktor tersebut.” Cetusnya Bonggar.M

Terpisah, Giyarto, ketika di minta keterangan di halaman pemerintah kota (Pemkot) kota Bekasi mengenai pekerjaan penataan stadion mini bekasi timur (Lap. Multiguna).
Pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada pihak ketiga rekanan  Dinas Bangunan dan Permukiman (Disbangkim) dan di-rapat-kan dengan dinas, guna mempertanyakan bagaimana dengan progres pekerjaan dan supaya cepat / dengan segera di selesaikan supaya tepat pada waktunya dan untuk lebih jelas lagi silakan abang temui pihak ketiga lagi bapak Een.

“Kami sudah memanggil pihak ketiganya supaya segera dikerjakan baik pemasangan Udhit, maupun yang lainnya Rabu pagi (7/12) kami dari Dinas Bangunan dan Permukiman (disbangkim) memanggil dan merapatkan nya, utuk lebih jelasnya lagi silakan abang temui saja pihak ketiganya ,bapak Een.” Ungkapnya

Sementara bila kita melihat dari beberapa aturan mengenai keadministrasian kedinasan sudah jelas ada masa tenggang waktu, nominal anggarannya harus jelas dan transparan.

Karena berdasarkan surat edaran Walikota Bekasi Nomor : 900/8393-BPKAD tanggal 2 Nopember 2016, dan kapan batas cut off kegiatan fisiknya, karena pencairan diterima Kasubag keuangan dinas bangunan dan permukiman paling lambat tanggal 21 Desember 2016 Dan sudah di terima perbendaharaan BPKAD kota Bekasi paling lambat tanggal 23 Desember 2016.

Lalu tanggal berapa kegiatan tersebut di PHO (Provisional Hand Over),untuk mengajukan pemberkasan penagihan berita acara sehingga masih ada waktu untuk melayani proses pengadministrasian (berita acara, kwitansi, dan lain-lain) sampai dengan tanggal 23 Desember 2016.
Karena Pengajuan pencairan yang melampaui jadwal tersebut tidak akan dilayani.

Disini jelas bahwasannya bukan mengarah lagi ke persoalan teknis akan tetapi mengarah ke pengadministrasian, tersebut maka perlu di garis bawahi (tanda kutip) ada apa.? Baik itu proyek APBD 2016 maupun  proyek bantuan propinsi (Banprop) perlu dipertanyakan ada apa antara dinas dan pihak ke tiga/rekanan, tanggal mengerjakan proyek tersebut karena SPK bulan September tapi baru dikerjakan memasuki bulan November 2016. Seharusnya Dinas Bangunan dan Permukiman mengambil tindakan tegas, mengingat batas waktu yang sudah mepet.

Bagaimana nanti dengan pengadministrasiannya, sementara proyek ini saja bila dilihat masih beberapa persen, apakah mungkin proyek tersebut bisa rampung tepat pada waktunya,,,?

Hingga berita ini di turunkan, kontraktor pihak ketiga rekanan Dinas Bangunan dan Permukiman (Disbangkim)  belum berhasil di temui awak media di lokasi.

 

Oleh : *Cas

 

Pos terkait