Nenek Tua Renta, Korban Pembangunan Pasar di Batujaya yang Mangkrak

  • Whatsapp

Oleh : Asep Sukmana B.Sc

Pembangunan pasar di Batujaya sampai kini ‘Mangkrak’ diduga tak miliki perijinannya

KARAWANG, AMUNISINEWS.CO.ID –   Seorang wanita tua renta berusia sekitar 75 tahun bernama  Mimin yang sudah lama mendiami lahan pasar Desa Batujaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang sejak tahun 1970.

Akibat adanya pelaksanaan Pembangunan Pasar  yang dimulai tahun 2013 dan kini ‘Mangkrak’, maka Mimin harus menyingkir dari tempat yang didiami tanpa di relokasi serta tidak menerima uang sebagai ganti rugi sampai saat ini,  diberitakan oleh pihak pengembang maupun pihak Desa.

Mimin menjelaskan (Kamis,18/10/18), “Awalnya  saya dijemput secara mendadak oleh beberapa orang yang tak dikenal mempergunakan mobil, kemudian ditempatkan pada salasatu kontrakan yang tidak jauh dari Pasar, sehingga KTP, KK dan berkas lainnya hilang.”

“Saya  membeli rumah dengan menjual cincin emas seberat 3 gram, gelang 10 gram, kalung 15 gram ditambah  liontinnya, belum pernah menerima uang ganti rugi, bahkan Kepala Desa sampai sekarang belum pernah menemui saya,” tegas Mimin.

Endang Bejo warga yang tinggal cukup lama dipasar Batujaya membenarkan keterangan yang dipaparkan oleh  Mimin (Kamis,18/10/18), “Ibu Mimin dibawa oleh beberapa orang dari pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) pada tahun 2015 dibawa ketempat  kontrakan, bahkan sampai saat ini Ibu Mimin belum pernah menerima uang ganti rugi dari pihak pemerintah desa maupun pelaksana.” paparnya

“Pelaksanaan pembangunan pasar Batujaya dimulai pada tahun 2013, yang mana pelaksanaan pembangunan tersebut kepala desa dan pengembang tidak melakukan sosialisasi, musyawarah terlebih dahulu kepada warga pasar, lebih parahnya lagi masyarakat pasar tidak direlokasi hingga pada akhirnya banyak warga pasar yang terbengkalai tidak memiliki tempat tinggal serta pelaksanaan pembangunan pasar Batujaya yang mangkrak, dari awal pekerjaan dimulai diduga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” ucap Endang.

 

Pos terkait