Inilah Penampakan Jalan 23 Miliar PJN 2 Belitung yang Bermasalah

Oleh  Julianto

BELITUNG,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID-Sepintas kita lihat jalan PJN 2 Belitung di Desa Pilang kecamatan Tanjung Pandan kabupaten Belitung tanpa ada masalah. Namun jalan yang dibangun dengan dana APBN Tahun 2016, pagu dana Rp.23 Miliar itu tampak terlihat Asal Asalan.

Hal itu diketahui setelah Amunisi News melakukan investigasi lapangan pada Minggu (21/10/2018), tampak terlihat hasil pengaspalan yang Asal Asalan, sehingga permukaan jalan beraspal Hotmix itu nampak kasar sekali.

Selain permukaan jalan tampak Asal Asalan, ada dua Jembatan yang dibangun tanpa menggunakan Oprit atau sayap sebagai penguat peyangga jembatan, sehingga dikhawatirkan Jembatan yang dibangun sudah mulai turun karena mengalami pengikisan.

Sementara itu Ketua LSM Gebrak Babel Herman Saleh mengatakan bahwa pembangunan Oprit untuk jembatan itu sangatlah perlu karena Oprit jembatan adalah timbunan tanah atau urugan/ batu di belakang abutment yang dibuat sepadat mungkin untuk menghindari penurunan. oprit  bisa terdiri atas timbunan pilihan dan timbunan biasa dan untuk membuat oprit berdiri kokoh, maka dibuatlah tembok penahan tanah yang berfungsi menjaga kestabiltas lereng oprit tersebut.

“Oprit untuk jembatan adalah timbunan tanah atau urugan atau batu dibelakang abutment yang dibuat sepadat mungkin untuk menghidari penurunan pada fisik jembatan”, katanya saat dikonfirmasi sewaktu menemani Amunisi News investigasi lapangan di Desa Pilang, Minggu (21/10).

Selain menyinggung masalah Oprit, Ketua LSM Gebrak Babel juga menemukan kejanggalan dalam hal Agregat campuran untuk pengaspalan jalan PJN 2 di Desa Pilang kecamatanTanjungpandan kabupaten Belitung itu, karena untuk kelas jalan nasional yang mempunyai beban yang kuat, pemborong harus menggunakan Agregat kelas A.

” Fungsi Agregat adalah suatu bahan yang keras dan kaku yang digunakan sebagai bahan campuran dan berupa berbagai jenis butiran atau pecahan, termasuk didalamnya antara lain: pasir, kerikil, agregat pecah,terak dapur tinggi dan debu agregat. Banyaknya agregat dalam campuran aspal pada umumnya berkisar antara 90% sampai dengan 95% terhadap total berat campuran atau 70% sampai dengan 85% terhadap volume campuran aspal. Mineral agregat utamanya untuk menahan beban yang bekerja pada perkerasan,” tambahnya.

19 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Air Baik Dikerjakan Diduga Asal Asalan

Sen Okt 22 , 2018
Oleh Herman Saleh BELITUNG,BABEL,AMUNISINEWS.CO.ID-Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Air Baik (DAK Penugasan) di Dinas PU PR Kabupaten Belitung berlokasi di Desa Air Pelempang Jaya Kecamatan Tanjung Pandang diduga dikerjaka asal asalan. Hal itu terlihat dari investigasi lapangan yang dilakukan oleh Amunisi News pada Senin ( 22/10/2018) di Tanjung Pandan Belitung. […]