Obat Obatan Expired Senilai Milyaran Rupiah Belum Dimusnah di RSUP Soekarno Babel ?

Oleh  Herman Saleh

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.CO.ID-Berdasarkan LHP BPK RI Tahun 2017, ada temuan senilai Rp 692.677.319,00,- Obat-obatan expired yang belum dimusnahkan di Rumah Sakit Umum Pusat Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Desa Air Anyir kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Padahal pemusnahan obat-obatan expired itu sudah diputuskan dalam keputusan Gubernur Kep.Bangka Belitung No.188.44/827/RSUP/2017 Tgl 10 Agustus 2017 tentang penetapan daftar pemusnahan obat dan perbekalan kesehatan rumah sakit pada Rumah Sakit Umum Pusat Ir.Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sesuai lampiran yang ditetapkan jumlah expired obat dan perbekalan kesehatan periode Januari 2016 -April 2017 senilai Rp 692.677.319,93, namun belum dimusnahkan.

Dalam LHP BPK RI itu dijelaskan bahwa, belum dimusnahkan obat-obatan expired itu dikarenakan ada dua hal;

  1. a) berdasarkan berita acara pengawasan lingkungan dari BLHD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahwa incenator belum memiliki izin operasional dari KLHK(Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
  2. b) berdasarkan telahaan bidang sarana RSUD Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahwa incenator tidak bisa difungsikan/ dioperasionalkan secara maksimal disebabkan karena tata letak incinerator yang berdekatan atau berdampingan dengan generator oksigen (gas medis) yang menimbulkan resiko mempengaruhi hasil produksi 02 dan dikhawatirkan menimbulkan pencemaran udara dan belum dimungkinkan untuk memindahkan tata letak incinerator karena harus membuat kontruksi bangunan baru.

Adapun sisa expired obat dari bulan Mei – Desember 2017 sebesar Rp 404.249.204,00 juga belum dimusnahkan, sehingga total expired date pada RSUD Ir. Soekarno yang belum dimusnahkan sebesar Rp 1.096.926.524,00,-

Untuk Dana Kas di BLUD 

RSUD Ir. Soekarno sampai dengan Desember 2017 di rekening Bank Sumsel Babel Nomor Rekening……10157 sebesar Rp.2.456.588.956,00,-

Sementara itu Direktur Umum RSUP Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Armayani Rusli menjelaskan dalam waktu dekat akan membangun Incenator untuk Jarum Suntik, jadi nanti limbah-limbah ini tidak dikirimkan keluar daerah lagi, nanti akan dihancurkan disini saja dan untuk target dana BLUD, Tahun 2018 adalah 4 Milyar dan Tahun 2019 kita targetkan 15 milyar.

“Saya masuk kesini 6 bulan yang lalu, saya ditugaskan untuk membenahi RSUP ini, banyak piring-piring yang kotor yang mesti saya cuci. Untuk limbah-limbah seperti Jarum Suntik dan lain-lain kita hancurkan diluar daerah, kita kirim keluar daerah karena kita belum punya Incenator untuk itu, cuma tahun ini saya ajukan untuk membangun Incenator khusus jarum suntik, untuk Incenator obat-obatan akan saya ajukan Tahun 2021,” jelas Armayani Rusli melalui sambungan telepon selular, Sabtu (18/5).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *