Oknum Forwaka Kejati Babel Diduga Terima Dana Tutup berita SHP Timah

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID.- Organisasi Kelompak Kerja (Pokja) dibentuk dengan tujuan untuk menyampaikan informasi dari organisasi pers dibawah instansi tertentu, terkait program baik yang akan atau sedang direncana dan lakukan kinerjanya atau prestasi yang sudah dilaksanakan atau diraihnya.

Namun, sayangnya organisasi pokja wartawan dibawah Institusi Korps Adhyaksa dikenal dengan nama  Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka)  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Bangka Belitung kembali menuai sorotan miring. Kali ini disebut-sebut pengurus berinisial Rd diduga terima  uang dari utusan sang cukong/bos timah guna meredam pimpinan media massa mainstream atas pemberitaan dugaan korupsi  pembelian timah kadar rendah oleh PT Timah. seperti,dirilis.www.mapikor-news.com

Dari informasi yang dihimpun wartawan Mapikor, Disinyalir ada oknum wartawan di Pokja wartawan Forwaka tersebut yang coba bermain dengan kasus ini, juga menjadi pemberitaan hangat di sebuah online media mainstream beberapa hari yang lalu, Sabtu (16/5/2020) lalu.

Seperti yang dilansir media online berjudul ‘Kolektor Timah Diduga Utus Oknum Wartawan Coba Redam Berita Korupsi’.

Jika benar, maka miris..lah, di saat institusi Kejaksaan yang dikomando langsung  Kajati Ranu Miharja mantan deputi penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini sedang bekerja keras menuntaskan kasus dugaan korupsi perusahaan BUMN  PT Timah Tbk.

Bahkan Kajati Ranu Miharja telah menegaskan kasus tersebut masih lidik dan membenarkan  Agat sudah diperiksa. Dia juga menekankan agar jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang bermain-main dalam kasus ini. Rd selaku ketua Forwaka yang disebut narasumber Mapikor, sangat disayangkan sekali sampai terlibat skandal etika jurnalistik seperti ini.

Forwaka Kejati Babel, yang semestinya menjadi kumpulan media dengan garda terdepan mendorong dan mempublikasikan produk-produk Tipikor Kejaksaan malah diduga terlibat kong-kalingkong dengan pihak yang sedang berperkara.

“Kalau ada jaksa-jaksa yang bermain-main lapor ke saya. Akan saya periksa langsung jaksanya,” demikian pernah ditegaskan Ranu kepada wartawan saat beberapa waktu yang lalu.

Terkait masalah ini wartawan Mapikor kembali menghubungi Kajati Babel sekira pukul 20.29 wib untuk menanyakan sikapnya terkait oknum wartawan Forwaka Kejati Babel yang telah membawa organisasi pokja wartawan korps Adhyaksa, ia mempertegas agar melapor kepada organisasi pers dan kepolisian.
“Laporkan saja oknum itu ke asosiasinya atau ke polisi, Kejati menangani korupsinya sedangkan oknum wartawannya pidana umum,” jawab Ranu via Hp/WA pukul 20.40 Wib.

Dari pantauan, penelusuran di lapangan kedekatan Rd dan cukong Agat itu sangat mesra. Dikesempatan lalu Agat sampaikan terang-terangan pada wartawan kalau dirinya dekat dengan Rd. Dengan begitu, maka semakin mempertegas dugaan adanya peran Rd tersebut seperti yang telah diberitakan hari ini.

Sementara itu, Rd ketua Forwaka Kejati Babel saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak diangkat, dan kemudian pukul 16.58 Wib di WA melalui pesan singkat hanya dibaca namun tidak direspon.

Diketahui,karena tidak ingin ikut serta atau terlibat dalam masalah ini 3 dewan penasehat Forwaka Kejati Babel memilih mengundurkan diri dari kepengurusan Forwaka Kejati Babel. Ketiga pengurus dewan penasehat Forwaka Kejati Babel merupakan Wartawan senior dan pemimpin redaksi media ternama di Babel.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *