Oknum yang Nyambi Jadi Calo Ternyata Polisi Disersi

Kasie SIM Ditlantas PMJ Kompol Doni Hermawan, SIKAMUNISINEWS.COM, JAKARTA — Bripka Triyanto, yang mengaku anggota Polri saat tertangkap tangan tengah melakukan kegiatan percaloan di Satpas SIM, Senin (1/8) hari itu juga diserahkan ke Propam Polda Metro Jaya.

Kepala Seksi (Kasie) SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Doni Hermawan, SIK kepada Amunisinews.com mengatakan, pihaknya menyerahkan Bripka Tri ke Propam karena tak ingin mencampuri proses hukumnya,

“Proses hukum urusan Propam. Kami hanya fokus kepada peningkatan pelayanan proporsional dan prosedural,” kata Doni Hermawan, Rabu (3/8).

Dia menegaskan pasca peristiwa tersebut berupaya semaksimal mungkin mewujudkan pelayanan prima yang lebih transparan, Jelas dan memenuhi standar sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai pelayanan masyarakat kami tidak bisa hanya berpangku tangan saja, harus ada perubahan yang positif agar masyarakat bisa merasa puas dengan pelay-anan kita. Anda bisa lihat bahwa
saat ini layanan yang kami berikan lebih transparan, jelas, dan memenuhi standar,” ujar Kompol Doni Hermawan.

Doni menegaskan bahwa pihaknya akan selalu konsisten dalam memberangus keberadaan calo dengan melakukan patroli yang terkoordinasi dengan alat komunikasi satu jalur (HT) dan lakukan pemantauan CCTV secara menyeluruh terhadap konsentrasi massa hingga kesudut ruangan dan lorong di sekitar gedung SIM Daan Mogot.

“Untuk oknum calo kami tak akan pandang bulu apabila terbukti melakukan transaksi dan tertangkap pasti akan kami amankan, untuk membatasi ruang gerak calo kami kerahkan Timsus dan penambahan kamera pengintai CCTV dengan demikian oknum calo tersebut akan berfikir dua kali untuk beraksi,” tegas Doni.

Pamin SIM, Iptu Iwa AwaluddinSudah Dipecat.
Sementara Pamin SIM Iptu Iwa Awaludin mengatakan bahwa oknum Tri bukan lagi menyandang status sebagai anggota Polri..

“Saya sudah konfirmasi ke bagian Propam Polda bahwa yang bersangkutan terhitung bulan Juni 2016 bukan lagi anggota Polri, ia sudah dipecat (PTDH) dari institusi Polri. Jadi saya luruskan biar tidak ada lagi asumsi yang macam-macam tentang oknum Polisi menjadi calo. jadi tidak ada itu,” ujar Iptu Iwa di Jakarta, Rabu (3/8).

Perlu diketahui bahwa kepemilikan SIM itu merupakan wujud tanggung jawab kita sebagai masyarakat yang sadar dengan perundang-undangan sehingga dengan demikian si pengemudi terlindung secara hukum.

“Penting bagi kita untuk menjadi pengemudi yang bertanggung jawab, masyarakat juga sadar dengan kelengkapan administrasi kendaraan mereka menjadi terlindungi secara hukum.

Bahwa yang boleh berkendaraan adalah yang memiliki SIM. SIM merupakan previsa yang diberikan negara kepada masyarakatnya di mana mereka dipersyaratkan menjalani ujian atau tes,” terangnya Doni.

 

 

 

Oleh: *lis/yor/dra

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *