Operasi Gabungan Disiplinkan Anggota TNI Polri dan Sipil

  • Whatsapp
Operai gabungan , Jumat (26/10)

Oleh Yudi Nugroho/Tama

SIDOARJO,AMUNISI – Untuk menegakkan kedisiplinan baik militer maupun sipil,Subgar 0816/Sidoarjo gelar Operasi Penegakan Disiplin atau Gaktib bertempat di Depan Stadion Jenggolo Sidoarjo Jl. Raya Jenggolo Sidoarjo.Kegiatan program kerja Subgar 0816/Sidoarjo Tahun 2018  dipimpim Kasubgar 0816/Sidoarjo Mayor (Mar) Nanang Lumatdia Jumat (26/10/2018) berhasil jaring puluhan pelanggar warga sipil dan militer.

Kasubgar 0816/Sidoarjo Mayor (Mar)Nanang Lumatdia kepada Wartawan Jumat (26/10/2018) mengatakan,pertama kita disini gabungan 80 personil, ada Pomgar,Subgar Sidoarjo,Polresta serta  Dishub Sidoarjo.Pom Gar fungsi dan wewenangnya dia akan mengecek surat-surat bagi anggota yang keluar baik dari TNI AD,AL dan AU yang tanpa surat ijin keluar kesatrian maupun surat kendaraan,ungkap Nanang.

‘’Disini dari Polresta akan mengecek surat kendaraan bagi warga umum,dan bagi dishub akan menindak ataupun menilang terkait surat kir,muatan melebihi ,dan tonase tidak sesuai dengan kelas jalan di Sidoarjo.Bukan hanya orang sipil,namun bagi TNI juga, baik  kendaraan kecil maupun roda  empat (R2 dan R4) kita tindak bila ada pelanggarannya,’’tegas Nanang.

Perwira dengan melati satu dipundak tersebut berharap kedepan masyarakat maupun anggota TNI untuk lebih disiplin, lebih mentaati aturan berlalu lintas dan kelengkapan surat kendaraannya.Sebab sangsi tegas akan diberi tilang bagi kepolisisan. Selain surat teguran ,dari Pomgar sendiri akan diproses, tegas Nanang selaku penanggung jawab Gaktib .

Ditanya jumlah pelanggar Opsgaktib berhasil jaring pelanggar diantaranya  TNI AD 3 orang, TNI AL  4 orang,TNI AU nihil,   warga sipil yang memakai atribut seragam TNI 7 Orang. Memasang Plat Dinas TNI AL Nodis 9037 di Forklip.Dan dari  Kepolisian  35 tilangan dan 2 BB Ranmor R2,razia Dishub 10 pelanggar kir.

Memakai atribut TNI dilarang atau melanggar UU perlu sosialisasi.

Sementara Tajus (36) mengetahui banyak anggota dan warga sipil yang mengenakan atribut TNI terjaring Gaktib mengeluhkan,sebagai warga saya

senang dengan operasi Gaktib ini,cuman terkait dengan atribut yang kita pakai merupakan kebanggaan kita terhadap TNI Indonesia,maupun polisi.

’Kalaupun  memang atribut itu dilarang dipakai oleh masyarakat tolong untuk informasi ini disebarluaskan.Dan kalau ada UU nya tolonglah sosialisi sampai masyarakat tingkat bawah itu perlu karena kami bangga dengan TNI dan Polri ,’’katanya.

Harusnya pedagangnya kalau ada pembeli harus ditanya anda anggota atau bukan, kalau bukan ya maaf…!kalau anggota diharap menunjukan kartu tanda anggota,jadi saya pribadi tidak mengetahui kalau memakai atribut TNI atau Polri itu tidak boleh atau dilarang tandas Tajus (36) karyawan Kopnus yang tempat kerjanya tepat didepan kegiatan Gaktip.

Lain lagi dengan Lettu AL  Sutrisno saat dikonfirmasi media perwira dari Pupenerbal yang akan mengurus kartu BPJS tersebut tidak merasa terganggu.”Karena pada dasarnya saya mendukung,memang harus ditertibkan dan disiplin tertib itu yang utama baik anggota maupun warga sipil,” tegasnya singkat kepada wartawan.

Hadir dalam Opsgaktib Kasubgar 0816/Sidoarjo Mayor (Mar) Nanang Lumatdia,Pasiops Subgar 0816/Sidoarjo (Kapten Cpm Mat Fakih), PasiminSubgar 0816/Sidoarjo (Kapten Laut (PM) Sukardi), Wadan Satpomgartap III/Sby (Kapten Cpm Awit Ismadi),Paur Hartib Satpomgartap III/Sby

(Lettu Laut (PM) Hery Mardianto),Paur Idik Satpomgartap III/Sby (Lettu Laut (PM) Mat Salis), KBO Lantas Polresta Sidoarjo (Ipda Heri S)serta

Kasiops Dishub Sidoarjo Arie Prabowo.Dibantu Satpomgartap III/Sby 19 Personil,Pamsus Gartap III/Sby ,Personil Subgar 0816/Sda 19 PersonilPolresta Sidoarjo  6 Personil, POMAU2 Personil Dishub Sidoarjo  21 Personil.

 

Pos terkait