Masyarakat Minta Akses Jalan Desa Diperbaiki

  • Whatsapp
Jalan Menuju Batu Nagodang Siatas Digenangi lumpur N hampir putus: Sepanjang jalan mulai dari Parbotihan sampai ke Desa Batu Nagodang Siatas dipenuhi genangan air layaknya kubangan kerbau dan dibeberapa titik jalan rentan putus karena tidk memiliki Dyk sebagai penahan jalan.
Jalan Menuju Batu Nagodang Siatas Digenangi lumpur N hampir putus: Sepanjang jalan mulai dari Parbotihan sampai ke Desa Batu Nagodang Siatas dipenuhi genangan air layaknya kubangan kerbau dan dibeberapa titik jalan rentan putus karena tidk memiliki Dyk sebagai penahan jalan.
Sepanjang jalan dari Parbotihan sampai ke Desa Batu Nagodang Siatas dipenuhi genangan air dan dibeberapa titik jalan rentan putus karena tidak memiliki Dyk sebagai penahan jalan.

AMUNISINEWS.COM, DOLOKSANGGUL – Warga Desa Batu Nagodang Siatas Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melalui AMUNISINEWS.COM menyampaikan pengharapannya agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbahas mau memberi perhatian atas satu-satunya sarana perhubungan/jalan menuju kampung mereka baik dari maupun keluar Ibukota Kecamatan serta ke Kabupaten.

Hal itu seperti yang disampaikan warga bermarga Simanullang, Situmorang serta Simbolon. Permintaan yang disampaikan masyarakat tersebut bukannya tanpa alasan dimana akses jalan satu-satunya menuju daerah tersebut selain kwalitasnya kurang memadai karena lobang bertebaran disana-sini bahkan dibeberapa tempat jalan tersebut terlihat hampir putus karena longsor akibat digerus air hujan. Bahkan akibat longsor jalan tersebut hampir putus baru-baru ini dan untunglah atas inisiatip Camat, sehingga jalan tersebut dapat dilalui kembali meski dengan ekstra hati-hati agar jangan masuk jurang yang berada dikiri atau kanan jalan atau jangan sampai menghantam dinding pegunungan yang berada dikiri atau kanan jalan.

Begitulah yang disampaikan Manullang mengingat bagaimana Camatnya bekerja ekstra keras membenahi saat-saat jalan tersebut hampir putus karena tertimbun longsoran gunung yang berisi tanah bercampur batu.
Sementara Simbolon menyampaikan rasa sedihnya atas derita yang harus ditanggung oleh mereka yang harus rela digoyang-goyang didalam bus yang membawa mereka baik saat hendak keluar dari maupun sekembalinya dari perjalanan.
“Kalau kami yang muda-muda tergoyang-goyang akibat oleng kekiri maupun kekanan akibat kwalitas jalan yang buruk ini masih dengan santai bisa kami lewati, bagaimana dengan orang tua yang telah ujur usianya harus digoyang goyang baik kekiri maupun kekanan jalan.

Perjalanan yang menyesakkan ini harus mereka rasakan setidaknya sekali dalam seminggu yaitu saat hari pekan yang jatuh setiap hari Sabtu. Entah sampai kapan Kemerdekaan yang sesungguhnya dapat kami nikmati,” ujar Simbolon.
Situmorang menyampaikan keluhannya ketika harus berangkat ke Medan untuk menemui sanak keluarganya baik untuk acara adat maupun acara keluarga yang lainnya.
“Pernah kami hampir batal total berangkat ke Medan karena jalan yang merupakan satu-satunya akses keluar masuk desa mereka tertimbun tanah longsor dari pegunungan.

Untung Camat yang dengan sigap menghimpun masyarakat serta dengan membawa alat berat dari Kabupaten, sehingga dalam tempo setengah hari jalan kemudian dapat dilalui kembali dan Kamipun pun berangkatlah ke Medan untuk melihat keluarga yang meninggal,” ujar Situmorang lagi. Jonsihar Simanullang, S.Sos Camat Onan ganjang kepada AMUNISINEWS menyebutkan bahwa mereka sebagai perpanjangan tangan Bupati telah membuat usulan dan surat-surat terkait situasi dan kondisi jalan kepimpinannya baik Bupati dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Disampaikan pula bahwa pihaknya telah beberapa kali harus turun dan bekerja ekstra untuk membersihkan tanah yang bercampur bebatuan yang turun dari gunung disekitar jalan agar dapat dilalui oleh masyarakat pengguna jalan.
“Untunglah masyarakat tidak susah diajak bergotong-royong guna membersihkan timbunan batu dijalan agar dapat dilalui oleh kenderaaan bermotor baik rodah tiga, empat atau lebih. Tinggalnya kalau untuk membuat Dyik sepanjang jalan yang rentan akan longsor telah Kami sampaikan kepimpinan,” ujar Jonsihar.

Pantauan AMUNISINEWS sepanjang jalan Parbotihan sampai menuju Desa Batu Nagodang Siatas apabila hujan turun sedikit saja sudah dipenuhi genangan air layaknya kubangan kerbau, dan dibeberapa tempat hampir longsor karena tidak ada Dyik sebagai penahan bahu jalan yang longsor.

 

 

Oleh: *polim

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *