Padepokan Bela Diri Syahbandar Kari Madi Lestarikan Budaya Asli Indonesia

  • Whatsapp

oleh Irman

GARUT-AMUNISINEWS.CO.ID- Paguron bela diri “SYAHBANDAR KARI MADI” Berpusat Di Kampung Cimareme,Desa Tegal Gede,Kecamatan Pakenjeng,Garut,Jawa Barat adalah aliran bela diri tenaga dalam yang berdiri atas panggilan masa dan mempunyai misi untuk melestarikan dan mengembangkan serta mewariskan nilai-nilai budaya asli Indonesia, yang dalam pelestariannya harus dipelihara oleh generasi penerus bangsa. Sebab tanpa pelestarian dan pewarisan, maka nilai budaya bangsa akan punah.

Pengaruh bela diri “SYAHBANDAR KARI MADI” tidak menyimpang ajaran agama dan peraturan-peraturan Negara, bela diri ini digali dari nilai-nilai budaya daerah Indonesia yang terus menerus dilestarikan sehingga menjadi seni budaya yang memperkokoh kebudayaan nasional.

“Ilmu Bela Diri Syahbandar Kari Madi (SKM) ini murni inti dari jiwa raga kita,bisa menambah kepercayaan diri kita dan juga bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh seseorang yang mendalami keilmuan ini,”ujar Nurseno,Guru Besar Paguron SKM.

Tujuan dari paguron bela diri “SYAHBANDAR KARI MADI” ini adalah sebagai berikut :
– Membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani.
– Memupuk arti Bela Diri “SYAHBANDAR KARI MADI”.
– Percaya pada diri sendiri.
– Memupuk persaudaraan.
– Meawariskan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.
– Melestarikan dan mengembangkan nilai budaya bangsa Indonesia.
– Membina seluruh anggota Bela Diri “SYAHBANDAR KARI MADI”.

“Pada dasarnya kami turut membina dan memupuk nilai nilai budaya bangsa luhur serta membuat sehat jasmani dan rohani didalam menjalankan keilmuan SKM ini,”tutur Djoko Selaku Pemangku Wiltim saat diseketariat Wiltim jalan Demak Jaya 1 Surabaya.

Gerak jurus dalam keilmuan Syahbandar Kari Madi Sanggat berbeda dengan keilmuan lainya ,sebab dalam gerak jurus ini ada hentakan kuat untuk terdorong terpental dalam setiap gerak jurusnya.

“Untuk olah jurus SKM memang mengunakan tarikan nafas sedikit untuk menghasilkan energi positif dalam diri kita,namun dengan kekuatan fokus penuh maka akan lebih dasyat lagi apa yang dihasilkan oleh energi tersebut melalui gerak jurus kita,”Kata Ki Sableng Selaku Korlap Wiltim Didampingi Bambang sebagai Humas Wiltim.(irm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *