Pancasila dan Agama Dapat Diandalkan sebagai Dua Matauang

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

PONTIANAK, AMUNISINEWS.CO.ID.- H.Sukiryanto,S.Ag Anggota MPR RI-DPD RI dapil Kalbar menggelar Acara Sosialisasi 4 Pilar, acara yang digelar pada, Jumat, 26/6/2020 acara Sosialisasi tersebut sangat disambut antutias bagi para peserta yang hadir di pondok Pesantren Raudatul Muhibin, Pontianak, Kalimantan-Barat.

Kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan, pemeriksaan suhu, hand sanitizer dan audiens yang berjarak dan menggunakan Masker.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar tentunya, sangat penting untuk memberikan masukan-masukan penting tentang pemahaman Pancasila, dan Pancasila sudah final yang Sudah Harga Mati. Sosialisasi ini dapat di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, dan berbangsa, dan bernegara.
“Indonesia memiliki pondasi yang dikenal dengan istilah empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika,

Pancasila dan Agama beberapa waktu ini hangat di perbincangkan, dari pernyataan yang menjadi kontroversial oleh BPIP sampai dengan terakhir soal RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).
“Saya ingin menghilangkan sekat yang coba dibangun antara Pancasila dan Agama oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini.” Papar Sukiryanto

Pancasila dan Agama digambarkan seolah berjalan dengan arah yang berbeda. Padahal Pancasia dan Agama dapat diandaikan sebagai dua mata uang.
“Semangat dari Pancasila itu dijiwai oleh nilai-nilai agama islam, karena pancasila sendiri pada sila pertamanya disebutkan Ketuhanan yang Maha Esa.” Ujar Sukiryanto.

Nilai-nilai agama islam seperti Ketuhanan, Keadilan, dan Musyawarah untuk mencapai mufakat sendiri selaras dengan ideologi dari Pancasila. Seperti yang pernah ditegaskan oleh Muhammad Hatta bahwa Ketuhanan yang maha esa sebagaimana tercermin dalam Pancasila merupakan dua lapis fundamen, yaitu fundamen moral dan fundamen politik karena dasar ketuhanan yang maha esa jadi dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kita untuk menyelenggarakan segala yang baik, sedangkan dasar perikemanusiaan adalah kelanjutan dalam perbuatan dan praktik hidup daripada dasar-dasar yang memimpin.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini merupakan program rutin dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia di setiap masa sidangnya bagi anggota DPD maupun DPR RI.
“Memang diharapkan,penguatan pada pilar-pilar kebangsaan terus ditanamkan kepada masyarakat Indonesia agar terwujudnya bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermanfaat,”tegas Wakil Ketua Komite IV, H.Sukiryanto.

Dalam kesempatan yang sama hadir Lurah Siantan Hulu, Bapak Tirta. Mantan Bupati Kab. Kubu Raya, Bapak Rusman Ali. Dan Jajaran pengurus dan pengasuh yayasan pondok pesantren Raudhatul Muhibin. Mereka setuju dan mendukung program semacam ini guna menambah wawasan dan menguatkan semangat dari anak anak santri sebagai penerus bangsa.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *