Pandangan Para Tokoh Agama Tentang Al-Zaytun

  • Whatsapp

Oleh Rukmana Fadly

INDRAMAYU, AMUNISINEWS.CO.ID- Toleransi, perdamaian bukan hanya sebatas slogan sematabagi Al-zaytun.  Toleransi dan perdamaian harus dipraktekan di dalam kehidupan nyata,oleh karenanya pada setiap perayaan 1 Muharam atau istilah barunya adalah 1 Syuro,Al -Zaytun selalu menjadikan Masjid Rahmatan Lil – ‘alamin tempat berkumpulnya seluruh tokoh agama.

Saat itu, Al-Zaytun mengajak kepada seluruh tokoh agama,budayawan,sejarawan untuk menjadikan Indonesia sebagai rumah bersama,menjadikan Indonesia sebagai bingkai atas kebhinekaan,keberagaman yang ada.tak heran jika hampir seluruh tokoh agama Kristen,Katholik,Protestan,Konghucu,Budha,Hindu bahkan aliran kepercayaan berkumpul di Al-Zaytun untuk menyatukan visi Indonesia yang toleransi dan damai.

Inilah pandangan para tokoh agama terhadap Al-zaytun pada perayaan 1 Syuro 1440-H di Al-zaytun.

Victor Suharsono SH,Sekretaris Klenteng Pekalongan:

Kesan pertama saya di Al-zaytun ini sangat luar biasa,sesuai ajaran Budha Tridarma,kita diajarkan saling menghormati,menerima,memberi dan memaafkan atau tepo seliro,sehingga kehidupan harmonis penuh toleransi dapat terwujud,ungkap Victor.

 Nengah Wiguna, tokoh Umat Hindu Cirebon:

Dalam kitab Weda dijelaskan,kita adalah bersaudara,semua manusia adalah sama,kita satu keluarga,maka,kita harus saling menjaga,membantu,menghormati satu sama lainnya,sehingga kita dapat hidup damai di sebuah negara Indonesia,Bhineka Tunggal Ika,negara luar saja meniru konsep sosial yang kita miliki ini,katanya singkat.

Konsep menyatu dengan alam ini adalah ajaran Hindu,disini diterapkan dengan sangat baik,saya sangat salut atas sarpras yang ada di Al – Zaytun ini.

Romo doktor Vincencius:

Dari tempat ini kami atas nama Majelis Nasional Pendidikan Katolik dari Merauke sampai Sabang,dari Miangas sampai Rote menyampaikan turut berbahagia dalam perayaan akbar 1 Syuro 1440-H, saya bangga dapat berdiri disini di tengah-tengah 25 ribu orang keluarga besar Al-Zaytun,selama ini saya boleh belajar dari sini bahwa: untuk memahami hidup sejati sebagai manusia Indonesia yang beradab dan berbudaya,kami belajar di tempat ini (Al-Zaytun red..), saya minta maaf yang sebesar besarnya dari lubuk hati yang paling dalam, karena selama ini mungkin ada hal-hal yang menyakiti saudara kami kaum muslimin dengan cara berpikir dan berucap kami, tetapi, dari tempat ini kami belajar apa artinya menjadi saudara sebangsa setanah air,kami belajar di tempat ini sudah beberapa tahun ini, apa artinya membangun sebuah peradaban kasih,civilization of love,peradaban kasih hanya bisa dibangun melalui sistim pendidikan yang tertata rapi, tersistim dan hasilnya terukur,membuat manusia Indonesia yang beradab, berbudaya, berdamai dengan siapapun tanpa membeda bedakan siapa dia,saudara saudari sebangsa setanah air yang terdidik dan terhormat,kalau mau belajar menjadi manusia Indonesia organik tanpa kepalasuan pada dirinya, datanglah ke tempat ini,terimakasih kami dapat makan organik ditempat ini, jadilah manusia yang terdidik,saling mengasihi,karena kita punya pencipta yang sama,dari bait Allah ini, Rahmatan lil-‘alamin marilah kita suarakan satu kebenaran yang sama kita menjadi berkat bagi semua orang.

Pendeta Robert Pandiangan Greja HKBP Banten:

Inilah pertama sekali saya memasuki Masjid terbesar dalam hidup saya,baru disini saya makan makanan alami,dalam.perjanijan lama dalam al-kitab ketika raja damai itu datang, maka segala ternak bisa diam bersama anak manusia, bisa bermain-main dekat binatang buas,dan disinilah tempatnya,inilah firdaus,taman adn yang pernah hilang,tapi tetap dijanjikan untuk umat manusia,apa yang ada di tempat ini menjadi inspirasi buat kami tetapkan, dimanapun kami berada,kita mempunyai pencipta dan pemelihara yang sama,semoga kita semua diberkati.

Royke Tumbelaka Wakil dari Umat Kristen:

Saya tidak menyangka ada tempat seindah ini,ada tempat senyaman ini,setelah pulang dari sini kami pun harus memperlakukan semua orang sebagaimana yang diterapkan disini,disini kami belajar tentang keberagaman dan perbedaan dalam satu bingkai persatuan Indonesia.

Ir,Subagio Ketua Majelis Konghucu Indonesia:

Sungguh saya amat terharu dengan sikap Al-zaytun yang begitu toleransi terhadap semua perbedaan yang ada,Selamat Menyambut Tahun Baru 1 Syuro 1440-H.

Pangeran Nata Adiguna Mas’ud Thoyib Jayakarta Diningrat  Ketua Paranormal:

Atas nama Raja dan Sultan Nusantara,Saya berikan Gelar kepada Syaykh Al-Zaytun yaitu gelar Syaykh Agung kepada DR.AS,Panji Gumilang,tempat inj adalah tempat yang kaya akan kebudayaan,disini ada seorang pemimpin besar,pemimpin yang mampu mewujudkan minpinya,satu tahun lalu,saya kesini dan Syaykh punya rencana proyek Puspir dan tahun ini mimpi itu terwujud,seluruh pemuka agama,sejarawan telah meramalkan kebangkitan Islam dari timur dan saya berani mengatakan,kebangkitan itu dari sini (Al-Zaytun) tempt ini akan menjadi kota yang maju dan modern,Brunei hanya kurang lebih 50 H saja dapat menjadi kota yang maju dan sejahtera,sebetulnya perbedaan itu jika dimanage dengan baik,maka akan menjadi sebuah khazanah dan power, syaykh tjihan,demi Isterinya dia membangun Tajmahal,dan Masjid ini lebih megah dari Tajmahal,luas Puspir 13 H yang dikelilingi oleh 5 H taman,hanya sebuah kekuatan spiritual yang tinggilah yang dapat mewujudkan impian besar ini,Al-Zaytun akan menjelma sebuah kota modern ditengah – tengah hutan,ini bukan hanya sebatas pesantren,namun ini adalah pusat pendidikan dan pusat peradaban,abad kejayaan pertama adalah Sriwijay,kedua Majapahit,dan abad ke 21 ini,namun saya sudah keliling hampir setengah bumi ini belum ketemu dari mana kebangkitan itu,tapi disinilah saya mendapatkan ciri-ciri kebangkitan itu,disini surplus beras,surplus garam,surplus pangan,Al-zaytun ini negara mini,negari dengan konsep pembangunan Ilahiah, inilah yang seharusnya diterapkan di Indonesia.

Drs Nana Suryana MA,Darul Hikmah Purwakarta:

Al-Zaytun ini luarbiasa,di Al-zaytun ini mimpi bisa jadi kenyataan,Al-Zaytun adalah aset Umat Islam khususnya Jawa Barat,kemajuan yang dicapai Al-zaytun ini bukti orang – orang yang bersyukur atas nikmat dari Allah.

Ahmad Ruzija Mapilindo Walisantri:

Perayaan 1 Syuro ini dirayakan oleh masyarakat Malaysia dengan makan bubur bersama,itulah budaya Malaysia,Tema yang diusung pada perayaan 1 Syuro kali ini mengangkat tema yang sangat menarik,yaitu Demokrasi Kerakyatan,sebuah konsep demokrasi ekonomi bersama atau kebersamaan,sebuah konsep ekonomi yang tidak bersifat individual.

DR.Jihadudin Mpd Mathlaul Anwar:

48 Th yang lalu,Syaykh ini adalah guru kami,Kiyai kami di Mathlaul Anwar,beliau ini basicnya adalah sastra Arab,namun jika kita lihat di Al-zaytun ini,ini sebuah tatanan pemerintahan yang lengkap dengan agro ekonomi,Syaykh ini dalam pengamatan Universitas Mathlaul Anwar sudah Profesor,mengingat begitu banyaknya karya beliau, dalam Al-quraisy memberikan pesan pada kita, dimana sebuah negara harus bisa memberikan jaminan kepada semua agama untuk menjalankan keyakinan masing-masing,kedua,negara harus dapat menjamin ekonomi seluruh warganya,ketiga,sebuah negara harus dapat menjamin keamanan,menghilangkan rasa takut kepada setiap warga negara,konsep Puspir ini ada di Al qur`an.

Ahmad Zaini MA tokoh Masyarakat Madura:

Saya atas nama Forum Komunikasi Kaum Intelektual Indonesia,kalau ingin makmurkan rakyat indonesia,belajarlah kepada Al-zaytun

kalau ingin belajar toleransi,datanglah ke Al- zaytun,belajar kebinekaan,pancasila,perdamaian,kebersamaan,peradaban,datanglah Ke Al-Zaytun,kalau pemerintah mau impor beras,gula,garam imporlah ke Al-zaytun.

Nur Iskandar SQ Pemangku Ponpes As-sidiqiyah:

Prof,DR,Syaykh Agung,Syaykh AS.Panji Gumilang,ini pertemuan yang sangat indah,kita berkumpul di Masjid Rahmatan Lil-Alamin ini sebagai suatu bukti Islam itu Rahmat bagi seluruh alam,Islam itu menaungi seluruh umat manusia,

 

 

Pos terkait