Panitia Bentukan Kaling Darmanto Pekerjakan Anak di Bawah Umur Untuk Angkut Pasir Timah

  • Whatsapp

Oleh : Gerry J

SUNGAILIAT,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID–Terpantau pada Sabtu (1/9) untuk pertama kalinya aktifitas pembongkaran timah Kapal Isap Produksi (KIP) di pelabuhan Perkasa Air Kantung Sungailiat dikoordinir oleh para Kepala Lingkungan Parit Pekir Darmanto melibatkan anak dibawah umur.

Panitia ini dibentuk lantaran ketua Kepanitiaan KIP ( Kapal Isap Produksi) mitra PT. Timah Persero TBk, Ratno Mapiwali saat ini terjerat kasus hukum, namum sangat disayangkan sampai melibatkan anak di bawah umur.

Pada Sabtu (1/9) itu sebanyak 5 lingkungan  mendapatkan kesempatan Bongkar Muat Timah pada hari itu yakni lingkungan Rambak, Air Kantung, Air Hanyut, Kampung Pasir dan linkungan Jalan laut.

Didampingi pihak Polres Bangka dan TNI, aktifitas terssbut berjalan lancar walau diketahui memperkerjakan anak dibawah umur,

” Pembongkaran ini alhamdulillah berjalan lancar dan aman, ada pihak Polres dan TNI yaitu dari Babinsa dan  Babin kamtibmasnya juga turun dan termasuk juga dari lanal,” kata Awang (salah satu Kaling) saat ditemui di sela sela aktifitas pembongkaran, Sabtu (1/9/2018).

Namun sangat disayangkan adanya keterlibatan anak dibawah umur yang diikut sertakan sebagai buruh pikul timah KIP itu.

“Banyak anak di bawah umur yang dilibatkan sebagai buruh pikul timah KIP oleh kepengurusan Pembongkaran kali ini,” ungkap salah satu warga nelayan dua di sela aktifitasnya.

Terkait informasi adanya penglibatan anak di bawah umur yang ikut serta menjadi buruh pikul timah KIP. Awang selaku kepala kepengurusan pembongkaran timah KIP dari peran kaling menyatakan jika kepala lingkungan yang mengatur teknis buruh pikul, dan dirinya akan segera melakukan himbauan kepada para Kaling untuk mengikut sertakan buruh pikul minimal 17 tahun.

” Oh, itu teknis dari lingkungan itu bukan kita yang ngaturnya, ya mungkin. Ini nanti istilahnya dihimbaulah ya dari kaling – kaling kalau melakukan pembongkaran itu yang dilibatkan adalah warga yang umurnya 17 tahun ke atas lah,” kata Awang.

Untuk pembongkaran timah KIP itu sendiri sebanyak 401 kampil timah dari hasil produksi 4 KIP yakni KIP Asia, Antasena, Senko dan Cokdi dilakukan bongkar dan muat oleh para buruh pikul dengan kepanitian yang dikoordinir oleh Kepala Lingkungan Pesisir Sungailiat.

Terpisah, ketua konfederasi sarikat pekerja seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Bangka, Romli sangat menyesalkan jika aktifitas pembongkaran timah KIP yang dikordinir oleh para Kaling di pesisir melibatkan anak bawah umur.

“Kita sesalkan jika aktifitas pembongkaran timah KIP di Pelabuhan Perkasa Air Kantung Sungailiat, Sabtu (1/9/2018) kemarin itu melibatkan anak bawah umur,” ujar Romli saat dimintai tanggapannya terkait aktifitas pembongkaran timah KIP dengan melibatkan anak bawah umur, Minggu (2/9/2018).

Lebih jauh dikatakannya, jika memperkerjakan anak bawah umur maka hal itu bisa mendatangkan sanksi pidana bagi pelaku tersebut.

“Pada pasal 68 dan pasal 69 ayat (2) dalam UU Ketanagakerjaan dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lsma 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp.100 juta dan paling banyak Rp.400.juta bagi pelaku yang melibatkan anak bawah umur dalam pekerjaan yang membahayakan” terangnya.

Bahkan menurutnya, sanksi mempekerjakan anak bawah umur menurut UU Perlindungan Anak lebih berat lagi.

Ditegaskannya jika larangan mempekerjakan anak bawah umur telah diatur dalam Pasal 761 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/ atau seksual terhadap anak.

“Sanksinya yaitu dipidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.200 juta,” pungkasnya

 

Pos terkait