Pantai Ngliyep Destinasi Pariwisata dan Budaya di Malang

  • Whatsapp
Berkumpul dari berbagai unsur kemasyarakatan Kab. M<alang Jatim

Oleh: Tim Malang Kab

Berkumpul dari berbagai unsur kemasyarakatan Kab. Malang

Larung Sesaji Labuhan Terjaga Kelestariannya

MALANG.KAB, AMUNISINEWS.CO.ID – Budaya labuh sesaji merupakan tradisi warga persisir yang masih dijalankan hingga saat ini, khususnya di daerah pesisir laut selatan. Hal ini merupakan bentuk kearifan warga lokal sebagai rasa syukur atas karunia Tuhan.

Faiz Wildan selaku Direktur Utama PD. Jasa Yasa, menjelaskan, bahwa Budaya labuh sesaji juga digelar di Pantai Ngliyep. Salah satu pantai yang masih terjaga keaslian budayanya adalah Pantai Ngliyep, yang lokasinya berada di wilayah Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo, Kab. Malang.

Masyarakat setempat masih memegang teguh budaya tradisional warisan leluhur. Sebagai bukti adalah pelaksanaan upacara sakral Larung Sesaji Labuhan Gunung Kombang di gelar, berlangsung pada Minggu (3/12/2017) lalu.

Menurut Wildan akrab disapa, menambahkan, pelaksanaan Larung Sesaji telah berlangsung selama 108 tahun, dan masyarakat meyakini kalau upacara tersebut membawa berkah bagi alam dan manusia. Kades Kedungsalam, Misdi, mengatakan “Larung Sesaji ini sudah menjadi tradisi untuk memperoleh keberkahan dari yang kuasa,” jelas Misdi.
Ditambahkan, Larung Sesaji memiliki rangkaian upacara yang berlangsung selama 2 hari, hari pertama, Sabtu

(2/12/2017), para pemuka adat melaksanakan ritual semedi malam hari di Rumah Lumbung Desa Kedungsalam.

Selain semedi, para pemuka adat juga menyiapkan sesaji kepala kambing, sate kambing, dan beberapa hasil bumi. Ada keunikan lagi, kalau wanita tidak dibolehkan menyiapkan sesaji, jadi kaum pria yang diberi kewenangan mempersiapkan bahan sesaji.

“Sudah menjadi kepercayaan turun temurun, jika wanita tidak bisa dilibatkan untuk mempersiapkan sesaji di Rumah Lumbung,” imbuh Misdi.

Selain gelaran sakral tadi, PD Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Ngliyep juga menggelar pentas wayang sebagai bentuk menjaga kelestarian budaya yang adiluhung, acara dihadiri ribuan pengunjung, kata Muhammad Nuh selaku

Direktur Usaha PD. Jasa Yasa.
Di hari H pelaksanaan, Minggu (3/12/2017), jelang Larung Sesaji Labuhan Gunung Kombang, pemuka adat mengawalinya dengan ritual Gedruk Alu sebagai tanda pelepasan iringan rombongan pemikul sesaji, dengan rute berangkat dari Balai Pertemuan Pantai Ngliyep menuju Gunung Kombang.

Acara berjalan lancar dan aman, hal ini karena kerjasama pengamanan antara jajaran kepolisian dari Polsek dan TNI Koramil Donomulyo.

Di tempat yang berbeda, Kapolsek Donomulyo AKP Sardikan bersyukur, seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Begitu juga Danramil Donomulyo Kapten Suwarno senada, menyampaikan hal yang sama di acara Budaya Larung Sesaji telah berjalan dengan baik. Hal ini berkat kerjasama yang baik antara  Polsek, Koramil, Pemerintah Kecamatan, PD. Jasa Yasa dan masyarakat.

Begitu juga Made Arya Wedhantara selaku Kamis Pariwisata Kabupaten Malang, mengatakan

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan sesuai dengan rencana, semuanya berjalan lancar dan tertib, kami

atas nama Pemerintah Kab. Malang mengajak warga Malang raya tidak hanya berjubel di mall,

mari berbondong untuk refreshing ke pantai,” katanya.

Ia mengajak warga untuk berlibur ke pantai yang ada di Kec. Donomulyo. Seperti pantai Ngliyep, Pasir panjang, Gondang Bandung, Kondang iwak, Jonggring saloko dan Bukit Waung wisata Dirgantara paralayang, dan pantai Modangan.

“Cuaca juga mendukung, cerah dan semoga tidak turun hujan. Sehingga acara demi acara berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh panitia.

 

 

editor: malioki hd

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *