Parah! Perwira Satwilantas Ini Jadikan Anggotanya Mesin ATM

  • Whatsapp

IMG_20170822_114752

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM – Anggota Satuan Lalu lintas wilayah Jakarta timur setiap hari dibuat resah oleh perilaku salah satu oknum pimpinannya yang kerap menjadikan mereka (anggota) sebagai mesin ‘ATM’ (setoran).

Menurut informasi yang dihimpun oleh tim investigasi AMUNISINEWS.COM mengungkapkan bahwa oknum perwira tersebut merupakan salah satu petinggi di Satwilantas Polres Jakarta Timur berisial BN dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol). Ternyata sikap tidak terpuji tersebut sudah lama ia praktekan tanpa rasa malu sedikit pun.

Menurut kesaksian para anggota yang tak ingin diungkapkan identitasnya menjelaskan bahwa mereka sangat menyesalkan sikap seorang perwira yang tidak memiliki etika saat bertugas.

Modusnya, dengan berpura-pura melakukan pengecekan dan pengawas anak buah dilapangan yang tersebar mulai dari perbatasan Bogor-Jakarta dan Jakarta-Bekasi.

“Ini sudah diambang batas, sungguh keterlaluan. Kami harus setor terus, kami sudah beberapa kali kirim surat ke pak Cakra satu (Dirlantas) untuk dapat menindak oknum perwira itu namun hingga saat ini tak ada respon dari pimpinan,” ujar sumber terpercaya yang saat ini identitasnya ada di meja redaksi.

Yang lebih parah, saat anak buah tersebut tak memberikan setoran (uang) maka dengan sekejap anggota yang dianggap membangkang itu akan dipindahkan.

Tim investigasi media AMUNISINEWS.COM pernah menyampaikan keluhan para anggota yang teraniaya tersebut ke Kasat Lantas Jakarta Timur AKBP Sutimin, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs Halim Pagarra, dan Wadirlantas AKBP Kingkin Winisuda pada saat mengikuti acara Launching ‘Pojok Baca’ di Satpas SIM Daan Mogot beberapa waktu lalu. Namun hingga berita ini diturunkan semua pihak yang berwenang tersebut belum memberikan respon.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat ini sedang gencarnya memberangus kebiasaan buruk anggota Polri di lapangan yang kerap melakukan pungutan liar (Pungli), namun sepertinya ia kecolongan dengan ulah oknum perwira di Satwil lantas Jakarta Timur tersebut, yang menjadikan anggotanya sebagai mesin ‘ATM’ (setoran). Jika sudah demikian maka tidak menutup kemungkinan anggota-anggota yang bertugas di lapangan tersebut mau tidak mau harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang demi mengejar setoran kepada pimpinan. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *