Pasca Menerima SP2HP, Pelapor Berharap Penyidik Segera Panggil Pihak Wom Finances

  • Whatsapp

 

Oleh Yudi Nugroho/Tama

SIDOARJO,AMUNISI–Terkait permasalahan perampasan motor yang menimpa  Imam Ma’ruf (33) warga Semambung, kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo,dengan PT.WOM Finance Tbk yang berujung pelaporan pimpinan WOM Finance cabang Sidoarjo ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Sidoarjo, Makin menunjukkan kemajuan.

Pihak penyidik beberapa waktu lalu penyidik Polresta Sidoarjo mendatangi WOM Jember guna melengkapi berkas perkara.

Imam Ma’ruf, menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Perkara tertanggal 18 Agustus Senin,(20/8)kemarin yang ditanda tangani Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol. Muhammad Harris.

Dimana debt collector mitra WOM Finance Tbk yang telah merampas sepeda motor merek Honda Vario Techno 125 CBS dengan nopol P
3252 PJ atas nama Siti Badriyah (Ibu kandung) Imam Ma’ruf. Sampai saat ini pihak Polresta Sidoarjo masih terus melakukan penyelidikan dan sudah meminta keterangan Imam Ma’ruf.

Diketahui di lapangan penyidik Polresta Sidoarjo pasca kedatangannya ke WOM Finance Jember,sudah mengirimkan surat SP2HP yang ditandatangi oleh Kasat Reskrim,dimana disitu tertulis melakukan pemeriksaan saksi-saksi
untuk diperiksa diantaranya,Imam Ma’ruf,Imam Mursid,Tuki Alamin,Dina Rifa,Fendik Tugas serta Muhammad Rida’.

Dalam surat dijelaskan akan melakukan klarifikasi dan interogasi terhadap pihak WOM diantaranya,Pujo Sanyoto(Remidial Head),Nanang gudang (AMU) dari pihak WOM Finance cabang Sidoajo maupun saksi-saksi lainnya yang ada hubungannnya dengan perkara ini,berdasar SP2HP tersebut.

Imam Ma’ruf  kepada Wartawan  Jumat(24/8) menjelaskan,dengan adanya surat pemberitahuan proses tahap penyidikan ini saya serahkan semua kepada pihak yang berwajib untuk lebih jauh penanganannya.. Apa lagi proses penyidikan dari pihak polresta selaku penyidik sudah memanggil pihak-pihak terkait.

‘’Oleh sebab itu saya serahkan semua kepada pihak penyidik yang nantinya untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses persidangan,” ujarnya.

“Saya berharap permasalahan ini biar cepat selesai dan jangan sampai menimpa masyarakat lain. Cukup saya saja yang jadi korban dari pihak WOM. Biar masyarakat tau dan berhati-hati dalam memilih lessing untuk kredit atau pinjam dana.Dan perlu diketahui berkali kali ketemu dengan pihak WOM juga nggak ada titik terangnya,” ketus Ma’ruf kemarin.

Sementara Nenny yang ditemui wartawan di kantornya Jumat (24/8)mengatakan,pihaknya tidak mengetahui kalau pelapor sudah
menerima SP2HP. “Kita patuhi saja ,kalau ada panggilan ya kita hadir untuk dimintai keterangan.Ditanya mengenai apakah tidak ada itikad baik maupun penyelesaian dengan solusi,Nenny menjawab,kalau dibilang kita tidak ada itikad baik itu salah,dengan tegas mengatakan didepan wartawan kita sudah ada mediasi,” tegasnya.

“Itukan kejadiannya sudah berbulan-bulan yang lalu ya,kita dengan pak Tuki Alamin dengan pak Hamdani sampai turun ke pemohon kredit.Dan itu kendaraannya sudah ada di WOM Jember dan sudah mau kita serahkan ke Pemohon kredit tapi beliaunya tidak mau,” kata Nenny.

‘’Bahkan yang turun perwakilan area Jatim.Bahkan saat  mediasi sudah kita siapkan permintaan awalnya,namun berubah lagi dan sampai sekarang
ini sudah masuk kerana hukum.Saya sendiri pun sudah datang kerumah pak Ma’ruf namun mediasi tidak ketemu ya kita ikuti saja,” terang Nenny’

 

Pos terkait