Pdt. Simarmata: Perubahan Kurikulum, Penting bagi Anak Didik Bangsa

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Pada dunia pendidikan ini tentunya mendapatkan pro dan kontra tentang kebijakan yang dilakukan Orang nomor satu
di Kemendikbud.

Dengan wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, yang berencana menghapus Ujian Nasional (UN), tapi kemudian merevisinya dengan cara asesmen kompetensi minimum dan survei karakter sebagai syarat kelulusan, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

Senator Sumatera Utara (Sumut), Pdt Simarmata, M.A yang menjabat di Komite III DPD RI yang membidangi Pendidikan, Kesehatan, Tenagakerja, angkat bicara terkait Tentang Wacana Penghapusan Ujian Nasional (UN), kepada Jurnalis amunisinews.co.id. dan deteksionline.com. dalam Selular, Selasa, (21/1/2020).
Pria asal Sumut menegaskan,” saya yakin Pak Menteri Kemendikbud yang Baru ini mampu merubah Mainset yang dia lakukan dalam dunia pendidikan ini. wacana apakah untuk ujian ini di hapus  karena dengan sisitem UN tidak menjadi jaminan kalau Ranking untuk dijadikan anak-anak Sukses ini tentu sesuatu yang harus dipahami,” tandas, Simarmata.

Lebihlanjut ditegaskan oleh Pria yang Penuh humoris, tetapi kesiapan itu tentunya harus dibarengi dukungan termasuk jajaran Diknas dan orang-orang yang cinta pendidikan, memang satu-satunya pintu gerbang merubah mainset, merubah mental, merubah karakter.yang menjadi sumber daya manusia yang berkarakter sesuai dengan cita-cita Pancasila dan UUD 1945.

Saya yakin dengan wacana penghapusan ujian nasional (UN), yang diwacanakan Nadiem Anwar Makarim. Selaku Pak Menteri tentunya, akan menjadi lebih baik dalam dunia Pendidikan.

Dengan Wacana akan tidak adanya UN, tentunya ini tidak berjalan dengan mulus, pastinya ada yang pro dan ada yang kontra, apalagi disetiap daerah kecil masih adanya yang menginginkan Ujian nasional itu masih ada. akan tetapi ini menjadi dinamika didalam sebuah kebijakan yang akan dilakukan oleh Mendikbud.

Tentunya harus melakukan Sosialisasi dan harus melakukan kunjungan-kunjungan, untuk terus gencar sosialisasi baik ke sekolah dan masyarakat, dan melakukan percakapan-percakapan dan konsep seperti ini harus dilakukan.

“Perlu kurikulum yang baru dan kurikulum yang diciptakan dengan kebutuhan seperti sekarang ini perkembangan zaman teknologi digital tentunya, yang harus dihadapi. Dan sekarang ini dan percepatan perubahan zaman. sekarang ini perlu ditampung dalam sebuah kurikulum ini, apa yang dimiliki anak-anak sekarang ini tidak ada di dalam pelajaran disekolah. seperti starup atau craudit banking yang didapat dari keluar sekolah,” tandas anggota Komite III DPD RI.

Karena perubahan kurikulum itu penting bagi anak-anak generasi penerus bangsa, anak generasi muda dipersiapakan membangun bangsanya. membangun menjawab tantangan persoalan bangsa.

Kurikulum sekarang harus menjawab kebutuhan kurikulum karakter, Dispilin, jiwa keras. sekarang ini bukan lagi Ranking yang didapat dan kejuaraan yang menjamin. tetapi sekarang ini kemampuan, kerja keras, hidup berkeadilan apalagi falsafah kita ‘Gotong Royong’.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *