Pekerjaan Damparit Ada yang Dikuasa Aparat Desa

oleh Asep Sukmana

KARAWANG, AMUNISINEWS.CO.ID-Damparit merupakan program dari Kementerian Pertanian dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dilimpahkan kepada Dinas Pertanian untuk dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Tani/Gapoktan/GP3A/P3A.

Mulyadi ketua LSM SNIPER Kabupaten Karawang menerangkan (08/10/19), bahwa program Dam Parit ada yang di Interpensi dan diambil alih oleh pihak lain, pemerintah desa serta lembaga desa, seharusnya pekerjaan dilaksanakan oleh kelompok tani/Pelaksana yang telah ditetapkan oleh Pejabat Pertanian sebagaimana juklak juknis dan pedoman yang berlaku.

“Berdasarkan Fakta Integritas bahwa pelaksanaan pekerjaan Damparit seharusnya di kerjakan oleh anggauta kelompok tersebut yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Pertanian berdasarkan hasil Survey, Investigasi dan Desain (SID), tidak boleh dikerjakan oleh pihak manapun selain anggota kelompok taninya sendiri,” ucap Mulyadi.

“Berdasarkan Investigasi dilapangan, banyak ditemui Poktan yang mendapatkan Program Damparit dikerjakan oleh pihak lain bahkan ada yang dikerjakan oleh aparat desa setempat, apabila diduga ada indikasi korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) maka temuan ini akan kami laporkan kepada pihak yang berwenang,” tegas Mulyadi.

109 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.