Pekerjaan Turap di Desa Tanjung Bungin Asal Jadi

  • Whatsapp

Oleh Asep Sukmana

 

KARAWANG, AMUNISINEWS.CO.ID-   Pembangunan turap yang berlokasi di saluran air Dusun Babakan Rt. 002/002 Desa Tanjung Bungin,   masih dikerjakan oleh cv.Krisna Jaya terkesan asal-asalan dan kurang pengawasan dari Pengawas Dinas PUPR Karawang.

Pekerjaan fisik dengan panjang 371 Peter dan volume tinggi 1.20 cm dibiayai dari APBD Kabupaten Karawang senilai Rp.193.981000, dengan masa kontrak 60 hari terhitung dari tgl. 20 September s/d 18November.

Terlihat plesteran turap sudah retak-retak meski baru beberapa hari dan adukan pada pemasangan batu belahnya kurang semen, akibatnya mudah terkelupas (ngepruy). Selain itu tingginya berpariasi ada yang 70 cm 80cm dan 90cm, sedangkan tertulis dalam spanduk proyek Tingginya 1,2 m.

Salah seorang warga sangat menyayangkan pihak pelaksana. Mestinya pelaksanaan pekerjaan ini harus  profesional ketika diberi pekerjaan dari pemerintah.

Damin (60) warga setempat, saat dijumpai di lokasi pekerjaan mengatakan (11/10/18), pekerjaan turap ini kualitasnya kurang bagus, baik dari Plesteran maupun adukannya. Sehingga di tekan sedikit saja sudah “Ngepruy meski plesterannya sudah kering.”

” Sepertinya plesteran dan adukannya kurang semen, selain sudah banyak yang retak-retak, adukannya juga ngepruy,”  tegas Damin sambil memperlihatkan plesteran yang sudah kering tetapi “Ngepruy”.

Lebih miris lagi, sepertinya ada pembiaran dari pengawas dinas wilayah VIII. Padahal merupakan kewenangannya, untuk menegur pelaksana yang mengabaikan kualitas dan kuantitas pekerjaan tidak sesuai spek.

Dede selaku pengawas Dinas PUPR wilayah VIII Menanggapi kualitas pekerjaan tersebut tanpa beban saat duhubungi lewat seluler Menurutnya (Kamis,11/10/18), “Kalau pekerjaan itu di nilai kurang baik dari kualitasnya, masyarakat tidak harus pusing memikirkannya.
” Kenapa harus pusing, tinggal diperbaiki lagi saja kok,” ucapnya.

Sementara Wahyudi, sebagai pihak pelaksana pekerjaan tersebut saat duhubungi lewat seluler (11/10/18) mengatakan bahwa dia sedang ada di luar kota.

Dengan begitu pekerjaan yang di Dusun Babakan Desa Tanjungbungin pihak pengawas dari Dinas PUPR tidak optimal dalam melaksanakan tugad pengawasannya.

Pos terkait