Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Surabaya Satu Keluarga

  • Whatsapp

Oleh Irman

 SURABAYA-AMUNISINEWS.CO.ID  Pelaku serangan bom bunuh diri yang terjadi di Mako Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) pukul 08.30 Wib dilakukan satu keluarga. Mereka masih saling terkait dengan keluarga pelaku yang melakukan aksi serupa di 3 gereja yakni, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Japan Ngagel Madya No. 1 aratajaya, Gubeng, Gereja GKI di Jalan Diponogoro, Wonokromo, Surabaya, dan Gereja GPPS di Jalan Arjuno No. 90 Sawahan, pada Minggu (13/5) kemarin.

“Pelakunya 5 orang dalam satu KK (kartu keluarga) berangkat memakai dua motor, satu anak kecil berusia 8 tahun yang berada dibagian depan terlempar dan selamat,” terang Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin.

Pelaku dalam aksi bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya dilakukan oleh bapak, ibu dan tiga anak mengendarai dua motor, yakni Honda Beat dan Honda Supra.

“Satu anak yang dibawa oleh mereka atas nama Ais, yang kita dapatkan dari pakaian dalam bertuliskan Ais Putri (8). Kita doakan selamat, kita rujuk ke rumah sakit PHC Surabaya,” lanjut Kombes Pol Barung Mangera.

“Kemudian 4 orang kita nyatakan meninggal dunia, yakni Ayah, ibu dan dua anaknya menggunakan dua motor yang beriringan,” ujar Barung Mangera digedung Tribrata Media Center Mapolda Jatim.

Petugas secepatnya melakukan identifikasi terhadap motor itu, “Apakah motor ini benar sesuai nopol tersebut terdaftar dan Sebagainya akan kita laksanakan secepatnya. Dan mobil Avanza yang terlihat disamping itu adalah merupakan tamu Polrestabes Surabaya dalam rangka pelayanan,” papar Kombes Pol Barung Mangera.

Berawal, ketika tiga petugas kepolisian, menghentikan dua motor yang dikendarai pelaku, keduanya saling berboncengan. Terlihat dalam CCTV, salah satu yang dibonceng mengenakan kerudung.

Saat dihentikan petugas, motor dibaris belakang meledak terlebih dahulu diikuti motor yang berada di depannya. Ketiga petugas jaga dan keempat pengendara serta satu orang yang berada di lokasi terpental seketika.

 

Pos terkait