Pelaku Pembunuh Anggota FBR, Dihadapkan Kepersidangan

  • Whatsapp

Oleh : Aston Darwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, yang diadili secara terpisah terkait kasus pembunuhan terhadap salaseorang anggota Forum Betawi Rempug (FBR) itu, hanya bisa terlihat pasrah saat petugas Kejaksaan Negeri Jakarta utara membawa dirinya kedalam ruang persidangan.
Adapun kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Mat Ali bin Alfian bersama dengan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, berawal saat ke-2 terdakwa hendak pulang kerumah kontrakan sambil membawa paketan sayur yang dikirim oleh temanya dari daerah Muara Dua Oku, Sumatera Selatan, Palembang.

Nah……di saat hendak pulang kekamar kontrakannya, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto yang saat itu sedang menggunakan sepeda motor, langsung ditegur oleh saudara Aceng ( korban), yang tak lain merupakan anggota Forum Betawi Rempug (FBR). Dengan suara yang keras, Aceng (korban) berteriak ” Woiii”….. , kalau naik sepeda motor itu, jangan ngebut- ngebut.

Seketika, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto langsung menghentikan laju sepeda motornya. Tidak lama kemudian, ke-2 terdakwa pun langsung menghampiri Aceng ( korban) sambil mengatakan” Ada apa, bang”. Dengan spontanitas, Aceng ( korban), membalas ” kamu anak kemaren sore, kalau dikasih tau, jangan asal nyolot”. Ngerti, nggak ?

Merasa tidak terima, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, langsung pulang ke kamar kontrakannya. Tidak lama kemudian, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto yang sudah dibekali senjata tajam berupa golok dan badik, keluar untuk mencari Aceng (korban).
Begitu ketemu, Aceng (korban), langsung memukul terdakwa Mat Ali bin Alfian, tepat pada bagian mulutnya.

Dalam hitungan detik, senjata tajam berupa golok dan badik yang sudah disiapkan itu, langsung dikeluarkan.
Ketika melihat senjata tajam, Aceng (korban), berusaha untuk melarikan diri.
Tak mau buruannya kabur, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, langsung melakukan pengejaran. Begitu ketangkap, Aceng (korban) ditusuk bagian belakang punggungnya.
Tidak lama kemudian, terdakwa Mat Ali bin Alfian menggorok leher Aceng (korban) tanpa ada rasa belas kasihan.              Begitu melihat Aceng (korban) tergeletak keluarkan banyak darah, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto langsung kabur.
Pasalnya, banyak warga  berdatangan sambil mengejar ke-2 terdakwa. Setelah tiba Monumen Nasional (Monas), barang- bukti berupa golok dan badik itu pun, langsung dibuang oleh ke-2 terdakwa.
Merasa dibayang- bayangi dengan kasus pembunuhan tersebut, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, berniat hendak pulang ke Palembang dengan menggunakan bus.
Sayang, bus yang hendak ditumpangi tersebut, ternyata tidak ada. Beberapa hari kemudian, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, akhirnya berhasil ditangkap polisi.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melda Siagian, SH mengatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Mat Ali bin Alfian, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 340 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang pembunuhan. Rabu, 21 Februari 2018, pukul 15.30 Wib, Hakim ketua, Firman, SH yang didampingi hakim anggota Parnahean Silitonga, SH dan Agung purbantoro, SH,.MH mengatakan, untuk mendengarkan keterangan saksi- saksi, sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali setelah 1 minggu kedepan.

 

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait