Pelaku Penyiraman Air Keras Divonis Hukuman Berbeda.

  • Whatsapp

Oleh, Aston

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras yang dilakukan oleh terdakwa Rahmat Kadir Mahulette bersama dengan rekannya yakni terdakwa Ronny Bugis terhadap Novel Baswedan yang merupakan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), yang digelar di kantor Pengadilan Negeri Jakarta utara, akhirnya usai sudah.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh hakim ketua Djuyamto, SH, yang didampingi hakim anggota Taufan Mandala, SH.,MH dan Agus Darwanta, SH,.MH, menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh ke -2 terdakwa, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 353 ayat ( 2.) Jo Pasal 55 ayat ( 1 ) ke -1 KUHP tentang penganiayaan. Oleh karena itu, Majelis hakim pun sepakat untuk menjatuhkan vonis kepada terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dengan hukuman pidana selama 2 tahun penjara.

Sedangkan terdakwa Ronny Bugis, dijatuhi hukuman pidana selama 1 tahun dan 6 bulan penjara. Adapun modus penyiraman air keras yang dilakukan oleh ke -2 terdakwa, berawal saat korban Novel Baswedan, baru saja selesai menjalankan Sholat subuh di Mesjid Al – Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta utara. Nahh ……ketika hendak pulang, wajah korban Novel Baswedan pun, disiram dengan air keras oleh ke 2 terdakwa. Selanjutnya, ke 2 terdakwa pun langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor.

Akibat penyiraman air keras tersebut, wajah korban Novel Baswedan mengalami kebutaan pada bagian kelopak matanya. Pada sidang yang sebelumnya, saksi Yusri Yuda mengatakan, pada saat kejadian, dirinya memang ada dilokasi kejadian. Saksi Yusri Yuda juga mengatakan, bahwa ia melihat korban Novel Baswedan berjalan sempoyongan menuju Mesjid sambil berteriak panas……panas. seketika itu juga, saksi Yusri Yuda langsung menyiramkan air pam yang ada di Masjid tersebut ke bagian wajah korban dengan harapan bisa mengurangi rasa pedih dan panas yang dialami oleh korban.

Selanjutnya, saksi Yusri Yuda pun membawa korban Novel Baswedan ke RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, untuk diperiksa. Menurut saksi Sisilia, yang merupakan perawat di RS Mitra Keluarga itu mengatakan, bahwa dirinya hanya membersihkan dan mengompres wajah korban Novel Baswedan dengan menggunakan air bersih. Selanjutnya, pihak RS Mitra Keluarga pun, merujuk agar korban segera dibawa ke RS Mata (Eye Centre), untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Menurut kesaksian terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan terdakwa Ronny Bugis mengatakan, bahwa mereka memang sengaja melakukan penyiraman air keras kepada korban Novel Baswedan. Pasalnya, korban Novel Baswedan dituding telah membangkang kepada kesatuannya sendiri.

Atas dasar itulah, mereka tega menyiramkan air keras kebagian wajah korban. Ucap ke 2 terdakwa, dihadapan persidangan. Kamis, 16 July 2020, pukul 21.30 Wib, setelah bermusyawarah, Hakim ketua Djuyamto, SH yang didampingi hakim anggota Taufan Mandala, SH.,MH dan Agus Darwanta, SH., akhirnya sepakat dan menjatuhkan vonis kepada terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dengan hukuman pidana selama 2 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Ronny Bugis, dijaruhi hukuman pidana selama 1 tahun dan 6 bulan penjara. Selain hukuman pidana tersebut, ke 2 terdakwa juga harus dibebani membayar biaya perkara masing – masing sebesar Rp. 5.000. Begitu mendengar putusan dari Majelis hakim, terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan terdakwa Ronny Bugis, hanya bisa menundukkan kepalanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *