Pembangunan RKB dan RPS SMK 1 Pakisjaya Diduga Ajang Korupsi Berjamaah

  • Whatsapp

Oleh Asep Sukmana

KARAWANG,AMUNISINEWS.CO.ID –  Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Ruang Praktek Siswa (RPS) di SMK 1 Pakisjaya dari anggaran Dana Alokasi Khusus  (DAK) tahun 2018 sangat misterius karena tidak adanya Papan Proyek,  jadi tidak diketahui besarnya anggaran yang akan dibangunkan.

Agus yang mengaku sebagai ketua panitia pembangunan menerangkan (23-08-18), bahwa pelaksanaan pembangunan secara swakelola, penunjukan suplayer matrial dan pekerja itu wewenang Kepala Sekolah lama (Edi Gunawan), saat ini H. Oji yang mensuplai material dan pekerja dari kampung Bolang, berdasarkan atas perintah kepsek lama. “Papan proyek pernah dipasang sekarang disimpan di ruangan Sekuriti,” katanya.

Iwan Setiawan Kepsek SMK 1yang baru menjabat sekitar sebulan ketika mengontrol bangunan (23-08-18) menjelaskan bahwa adukan yang sekarang kurang bagus,  karena meski sudah kering kalau ditekan sama tangan mengelupas plesterannya, sehingga akan memanggil H.Oji untuk meminta penjelasan tentang pembangunan RKB dan RPS.

“Semua pekerja bukan orang sini meskipun ada hanya untuk menurunkan pasir dan batu dari kendaraan, adukan yang dipergunakan dalam membangun di sekolah ini kurang bagus karena kurang semen,” ungkap Boih warga di sekitar lingkungan SMK 1 yang ahli dalam membangun.

Dana Ganda Sasmita sebagai Ketua Komite SMK 1 mengatakan, Senin (04-09-18), dirinya sebagai Ketua Komite tidak pernah diajak musyawarah dalam pembangunan RKB maupun RPS, jadi dia tidak tahu menahu administrasi bahkan tidak tahu besarnya anggaran yang akan dibangunkan.”

“Tadinya saya tidak ambil pusing mau diajak musyawarah atau tidak yang penting hasil pembangunannya bagus,  semenjak mulai dibangun RKB sampai selesai  tidak pernah mengontrol maupun mengawasi pembangunan  saya pikir pasti bagus, karena keterangan kepsek lama H.Oji pekerjaannya bagus, tetapi dalam mengerjakan bangunan RKS pernah roboh, setelah mendengar ada yang roboh baru saya mengontrol bangunan, ternyata setelah dilihat plesterannya rapuh meski sudah kering ditekan sama tangan saja terkelupas atau ngepruy,” ucap Dana.

“Hari ini (Senin, 04-09-18) H.Oji akan datang ke SMK 1 Pakisjaya, rencananya saya mau klarifikasi masalah bangunan yang terkesan ngebangun  asal jadi, dia sudah datang ke sekolah pas mau ditemui malah pergi. Seyogyanya komite dalam pembangunan RKB dan RPS yang Swakelola ini sebagai Pengawas pembangunan  ternyata hanya sebagai anggota pembangunan, kami duga pembangunan ini dijadikan ajang korupsi berjamaah,” tegas Dana Ganda Sasmita yang merupakan sebagai ketua Komite SMK 1 Pakisjaya.

 

Pos terkait