Pembentukan Pos Gizi, Upaya Puskesmas Cegah Gizi Buruk pada Balita.

  • Whatsapp
Pembentukan pos gizi dan proses penimbangan menu saji balita,Kamis(27/9/2018) di balai desa Kalisampurno,TanggulanginOleh Tam

Oleh Tam

SIDOARJO, AMUNISI – Mencegah hal buruk akan kurangnya gizi dan pola makan pada ibu dan bayi (balita) menjadi perhatian penting pemerintah.

Hal ini merupakan program kegiatan peningkatan gizi pada balita gizi kurang tingkat kecamatan ,turun ke desa terlihat dalam pembentukan pos gizi Puskesmas Tanggulangin di desa Kalisampurno kecamatan Tanggulangin Kamis(27/9/2018) di aula balai desa.

Kepala Puskesmas Tanggulangin Drg Erny Wahyuni saat dikonfirmasi wartawan Kamis(27/9/2018) mengatakan, kegiatan pembentukan pos gizi yang tujuannya sebagai pemberdayaan masyarakat desa untuk meningkatkan status gizi balita yang masih kurang.   ‘Bentuk kegiatannya yaitu sosialisasi gizi seimbang, praktek memasak yang sehat, cara penyajian dan pemberian makanan pada balita sesuai dengan usia,” ujar Erny.

Adanya praktek memasak, diharapkan orang tua bisa mempraktekkan juga di rumah dan untuk balita juga, dengan makan bersama didahului
cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta doa bersama diharapkan perilaku hidup  bersih dan sehat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.pungkasnya.

“Makan bersama-sama dengan menu yang sehat, bisa meningkatkan pembelajaran orang tua bagaimana tehnis memberi makan pada anak sehingga nafsu makan balita bisa meningkat,” terang Drg Erny.

“Kegiatan ini dihadiri di antaranya  50 warga yang datang bersama bayi maupun balitanya dan ibu kepala desa serta petugas dari puskesmas diantaranya bidan, nutrisionist, promkes serta para kader kesehatan desa dengan target sasarannya, orang tua dan balita gizi kurang dengan pemberdayaan masyarakat desa setempat,” ujar Dokter gigi kepala Puskesmas tersebut.

Sementara Rohmatin (35) Warga yang hadir saat diminta tanggapannya kepada wartawan mengatakan kegiatan ini menambah pengalaman dari yang tidak tahu menjadi lebih tahu. Disini kita bisa tahu dan mengerti cara mengolah makanan yang benar dan sehat serta berimbang untuk anak.

“Saya berharap ke dinas dan desa untuk lebih bisa menyeluruh ke warga desa terutama kepada warga yang membutuhkan tentang gizi ibu dan
putra-putrinya.Karena  perlunya gizi bagi kesehatan , sebab saya baru kali ini mengikuti dan didaerah lain masih ditemukannya balita kurang gizi atau gizi buruk,”  kata warga desa Kalisampurno  Rt 6 Rw 7 tersebut.

 

Pos terkait