Pembobol Bank Senilai 836 Miliar, Divonis 11 Tahun Penjara.

  • Whatsapp

Oleh, Aston Darwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Terdakwa Harry Suganda yang merupakan Direktur Utama (Dirut) di PT. Rockit Aldeway, yang diadili terkait pembobolan Bank senilai Rp. 836 Miliar itu, akhirnya tidak bisa berbuat apa – apa lagi, saat dirinya dihadapkan dikursi panas Pengadilan Negeri Jakarta utara dengan status sebagai pesakitan.

Modus pembobolan Bank yang dilakukan oleh terdakwa Harry Suganda berawal, saat dirinya mengajukan permohonan kredit dengan jaminan Purchsing Order (PO), melalui Manager Representatif. Setelah disurvei, pihak Bank pun, akhirnya setuju. Tidak lama kemudian, dana pun bisa dicairkan. Selidik punya selidik, data Purchsing Order (PO), yang diajukan oleh terdakwa Harry Suganda, ternyata palsu. Untuk menghindari kewajiban membayar hutang kepada pihak Bank, terdakwa Harry Suganda, langsung mempailitkan perusahaanya.

Adapun 7 Bank yang berhasil ditipu oleh terdakwa Harry Suganda, diantaranya : Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Commonwealth, Bank Muamalat, Bank HSBC Indonesia, Bank Ekonomi Raharja dan Bank QNB Kesawan. Kendati telah dituding melakukan serangkaian tindakan kejahatan, hingga saat ini, terdakwa Harry Suganda, masih bisa bebas melenggang ibarat sang penari bayaran.

Dibalik kepiawaiannya dalam membobol Bank, ternyata terdakwa Harry Suganda, adalah merupakan seorang mantan pegawai Bank. Ucap Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen. Agung Setya, di Gedung Bareskrim, jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Theodora Marpaung, SH,.MH, menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Harry Suganda, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 378 jo.Pasal 65 ayat (1) KUHP tentang barang siapa, dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun serangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain, untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan.

Selain Pasal tersebut, terdakwa Harry Suganda juga dinyatakan bersalah melanggar Pasal 48 ayat (2) tentang Undang – Undang Perbankan dan Pasal 263 KUHP, Pasal 3 dan 5 tentang tindak pidana Pencucian uang (TPPU).

Dalam 2 kasus tersebut, terdakwa Harry Suganda dituntut dengan hukuman pidana selama 19 tahun penjara. Namun Majelis Hakim, menjatuhkan vonis kepada terdakwa Harry Suganda, dengan hukuman pidana selama 11 tahun penjara. Atas putusan Majelis Hakim tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Theodora Marpaung, SH,.MH, akhirnya mengajukan banding.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *