Pembunuh Anggota FBR Divonis 15 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Putusan Hakim, terdakwa Mat Ali bin Alfian, dengan hukuman pidana selama 15 tahun penjara.

Oleh : Aston Darwin

Putusan Hakim, terdakwa Mat Ali bin Alfian, dengan hukuman pidana selama 15 tahun penjara.

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Kendati sempat tertunda, sidang kasus pembunuhan  yang dituduhkan kepada terdakwa Mat Ali bin Alfian terhadap salah seorang anggota Forum Betawi Rempug ( FBR) itu pun, berakhir sudah. Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta utara, menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Mat Ali bin Alfian, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 340 KUHP jo. Pasal 55 KUHP tentang: pembunuhan berencana. Oleh karena itu, Majelis hakim pun sepakat dan menjatuhkan vonis kepada terdakwa Mat Ali bin Alfian, dengan hukuman pidana selama 15 tahun penjara.
Modus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Mat Ali bin Alfian bersama dengan rekannya yakni terdakwa Angga Saputra bin Sunarto ( berkas terpisah), hanya didasari hal yang sepele. Hanya karena tidak mau menerima teguran dari saudara Aceng ( korban), membuat ke-2 terdakwa itu pun, menjadi gelap mata. Berawal, disaat terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto berhasil menerima paketan sayur yang dikirim oleh temannya dari daerah Muara Dua, Palembang itu pun, berniat hendak pulang ke kamar kontrakannya. Namun, ditengah perjalanan, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto yang saat itu mengendari sepeda motor dengan kecepatan yang tinggi pun, langsung ditegur oleh saudara Aceng ( korban). ” Wooooiiiiii”, Kalau naik sepeda motor, pelan- pelan, donk.
Seketika itu juga, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto pun, langsung menghentikan laju sepeda motornya. Selanjutnya, terdakwa Mat Ali bin Alfian, bertanya. ” Ada apa ” sih bang? Begitu mendapat pertannyaan dari terdakwa Mat Ali bin Alfian, saudara Aceng ( korban) pun menjawab. ” Kamu itu, kalau dikasih tahu, jangan ngeyel”. Gua habisin juga, loe. Ucap saudara Aceng ( korban). Merasa tidak terima, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, akhirnya pulang menuju kamar kontrakannya beralamat di Jalan. Tugu Utara, Koja, Jakarta utara.
Selanjutnya, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, langsung mengambil senjata tajam berupa golok dan badik. Setelah mempersiapkan senjata tajam tersebut, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto pun, keluar untuk mencari saudara Aceng ( korban). Begitu ketemu, saudara Aceng ( korban) yang sudah dilanda amarah itu pun, langsung melayangkan bogem mentahnya kebagian wajah terdakwa Mat Ali bin Alfian. Karena sudah merasa kesal, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, segera mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya. Begitu senjata tajam dikeluarkan, saudara Aceng ( korban) pun, berusaha untuk melarikan diri. Karena tak ingin buruannya kabur, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto pun berusaha untuk mengejar.
Sekitar 20 meter, terdakwa Angga Saputra bin Sunarto pun, langsung menikam tubuh saudara Aceng (korban) dengan menggunakan belati. Setelah terjatuh, terdakwa Mat Ali bin Alfian pun, beraksi dan menggorok leher saudara Aceng (korban) tanpa rasa belas kasihan. Ironisnya lagi, setelah melihat saudara Aceng (korban) tergeletak bersimbah darah, terdakwa Mat Ali bin Alfian dan terdakwa Angga Saputra bin Sunarto pun, langsung melarikan diri.                              Pada sidang yang sebelumnya, saksi Conny Arsya yang tak lain merupakan istri dari saudara Aceng (korban) itu mengatakan, saat sedang asyik mengobrol didalam rumahnya, saksi memang sempat mendengar kalau ada suara orang yang ribut. Setelah keluar dari dalam rumah, saksi baru menyadari, kalau suaminya (korban) sudah tergeletak bersimbah darah. Sementara itu, menurut keterangan saksi Bambang Supriyadi mengatakan, ketika sedang tidur siang, saksi pun dibangunin oleh istrinya. Pasalnya, sepeda motor miliknya yang dipinjamkan kepada terdakwa Angga Saputra bin Sunarto, sudah terjatuh dijalanan. Saksi Bambang Supriyadi juga mengatakan, terkait kasus pembunuhan tersebut, dirinya tidak tahu sama sekali.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melda Siagian, SH mengatakan, bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Mat Ali bin Alfian, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP tentang: pembunuhan berencana. Menuntut, agar terdakwa Mat Ali bin Alfian dijatuhi hukuman pidana selama 18 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa, berada didalam tahanan.Rabu, 25 April 2018, pukul 15.30 Wib, setelah bermusyawa – rah, Hakim ketua Firman, SH yang didampingi hakim anggota Parnahean Silitonga, SH,.MH dan Agung Purbantoro, SH,.MH, akhirnya sepakat dan menjatuhkan vonis kepada terdakwa Mat Ali bin Alfian, dengan hukuman pidana selama 15 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan. Memerintahkan, agar terdakwa Mat Ali bin Alfian, tetap ditahan. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa Mat Ali bin Alfian, sebesar Rp.5.000. Begitu mendengar putusan( vonis) dari Majelis hakim, terdakwa Mat Ali bin Alfian, hanya bisa menundukkan kepalanya.

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait