Pemerintah Maksimalkan Telusuri Mereka yang Kontak langsung Pasien Positif Covid-19

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Menyikapi wabah Virus Corona (Covid-19) yang melanda Indonesia dan Sudah ada korban yang meninggal dunia, tentunya Pemerintah sudah dapat Mengatasi dan membentuk gugus tugas percepatan penanganan virus corona dalam membentuk Satgas, ini kita atasi bersama untuk pecahkan  Persoalan Virus Covid-19.

Jurnalis amunisinews.co.id pada petikan Wawancara Khusus Via,WhatsApp, Rabu, (18/3). Budi Setiawan  dengan Hj.Andi Nirwana,S.SP,.MM Senator Sultra, menjabat di Komite III DPD RI yang membidangi Kesehatan, ia Sosok Wanita yang Murah Senyum dan dekat dengan Masyarakat Sultra (Sulawesi Tenggara).

Tanya,.Menurut Pendapat Senator dapil Sultra Ibu Hj.Andi Nirwana Komite III DPD RI. Bagaimana pemerintah dalam menangani Corona saat ini?..

Jawab,.Sejauh ini Pemerintah telah mengambil langkah-langkah dalam menangani Virus Corona (Covid-19) dengan membentuk gugus tugas percepatan penanganan virus Corona (Covid-19) yang diketuai Kepala BNPB, dan juga beberapa kebijakan-kebijakan lain terkait penanganan penyebaran virus Corona ini. Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah tersebut. Namun hingga saat ini Pemerintah Pusat kurang transparan mengungkap informasi terkait kasus Corona. Semestinya pemerintah lebih transparan soal ini agar masyarakat lebih waspada. Selama ini Pemerintah tidak terbuka mengungkap wilayah mana saja yang terjangkit secara detail dan riwayat kunjungan pasien yang telah dinyatakan positif.

Tanya,. Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah dalam mengatasi wabah Virus corona ini?..

Jawab,.Yang terpenting adalah memastikan dan mengutamakan kesehatan rakyat Indonesia. Mengingat bahwa jumlah kasus positif Corona semakin meningkat, Pemerintah wajib bekerja lebih keras melakukan penelusuran (tracing) terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 untuk memutus mata rantai penyebaran wabah ini. Selain itu pemerintah harus menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama wabah Corona ini terjadi. Hal lain adalah koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah perlu dilakukan dalam hal penanganan virus Corona agar kebijakan Pemerintah Pusat dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dengan efektif dan efisien, contoh, Pemerintah Daerah harus mempersiapkan fasilitas kesehatan (Rumah Sakit dan Puskesmas) yang memadai dalam menghadapi penyebaran  Covid-19 di daerah.

Tanya,.Apa yang harus dilakukan masyarakat dalam menghadapi wabah corona?..

Jawab,.Masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun tetap waspada dengan virus Corona. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status penyebaran Covid-19 ini menjadi pandemi global, maka masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi antara lain; belajar dari rumah (home learning berbasis online)  bagi pelajar dan mahasiswa. ditiadakannya proses belajar mengajar di sekolah dan kampus, bukan berarti liburan/berpergian keluar kota atau pulang kampung. Peran orang tua sangat diperlukan dalam hal ini untuk memastikan proses belajar di rumah berjalan dengan baik. Selain itu, masyarakat dapat mengurangi kegiatan/aktivitas di luar rumah. untuk sementara waktu ASN sebaiknya tidak melakukan perjalanan dinas keluar daerah,  menghindari tempat keramaian/mall/wisata, menjaga jarak dengan orang lain, mengkonsumsi makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan selalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau pun juga bisa dengan membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Semua ini dilakukan untuk mencegah terjangkitnya virus Corona.

Tanya,.Pemerintah menetapakan masa darurat bencana corona sampai 29 mei,  apakah sudah tepat?..

Jawab,.Menurut saya  perpanjangan masa darurat wabah Corona sudah tepat, karena penyebaran virus di Indonesia hingga saat ini semakin meningkat dan kita belum tau pasti akan sampai kapan hal ini bisa teratasi. Selain itu, Pemerintah Pusat tentu telah mengkalkulasi secara akurat terkait pergerakan penyebaran virus Corona (Covid-19) ini. Jadi Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan perpanjangan masa darurat bencana Corona untuk  melaksanakan penanganan  dan pencegahan virus Corona (Covid-19) dengan skenario yang tepat tentunya.

Tanya,. Bagaimana menurut Ibu apa dampak Corona terhadap kehidupan sosial dan ekonomi?..

Jawab,.Yang pasti dampaknya sangat besar khususnya di Indonesia. Di bidang sosial hal ini terlihat dari aktivitas masyarakat baik aktivitas sehari-hari maupun di media sosial. Banyak orang mengalami kepanikan seiring peningkatan kasus positif terjangkit virus Corona. Pembatasan ruang gerak dengan tujuan agar tidak tertular virus ini juga tentu sangat berdampak bagi kehidupan sosial. Belum lagi dengan larangan untuk melakukan kontak fisik dengan orang lain, sekolah dan kampus diliburkan, hingga menjauhi pusat keramaian. Kepanikan juga mengakibatkan naiknya harga beberapa barang tertentu seperti masker dan hand sanitizer serta bahan pokok. Dampak yang paling terasa adalah di sektor ekonomi, sekarang nilai tukar rupiah sudah tembus Rp.15.000 per dollar AS, sektor UMKM dan pedagang kaki lima juga sangat merasakan dampak dari kebijakan mencegah penyebaran virus Corona ini.

Tanya,.Sampai hari ini sudah ada 11 negara melakukan lockdown, apakah Indonesia perlu melakukan hal yang sama?

Jawab,.Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, maka kebijakan Lockdown akan berdampak besar bila  dilakukan. Kebijakan ini adalah sepenuhnya kewenangan Pemerintah Pusat yang sudah menyatakan bahwa belum terpikirkan untuk mengambil kebijakan tersebut. Bila hal ini dilakukan, maka Pemerintah perlu melakukan langkah yang tepat seperti, pemenuhan kebutuhan masyarakat, penyediaan fasilitas kesehatan untuk melakukan isolasi bagi pasien yang terjangkit virus Corona, mencegah masuk dan keluar Warga Negara Indonesia maupun negara lain ke Indonesia. Jadi pemerintah Pusat harus mempertimbangkan positif dan negatifnya bila melakukan lockdown.

Tanya,. Kalau melakukan Lockdown bagaimana dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia?..

Jawab,.Masyarakat kelas bawah (masyarakat informal) yang paling banyak merasakan dampak kebijakan ini, dimana mereka akan kesulitan untuk memperoleh penghasilan harian untuk biaya kebutuhan hidup. Selain itu, bila lockdown ini dilakukan, maka kebutuhan pangan akan terganggu, perekonomian akan melambat karena masyarakat akan dibatasi ruang geraknya dalam beraktivitas. Belum lagi daya beli masyarakat akan menurun hingga menyebabkan banyaknya industri melakukan efisiensi.

Tanya,.Closing Statement,  Solusi Apa yang tepat untuk Mengatasi Persoalan Bangsa terkait Virus Corona?..

Jawab,.Saya mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa memiliki kepedulian dan solidaritas bersama untuk mencegah penyebaran virus Corona. Ikuti imbauan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dengan melakukan social distancing (jaga jarak sosial)  untuk mengurangi penyebaran virus Corona (Covid-19). Saya juga berpesan kepada masyarakat khususnya Sulawesi Tenggara, bersama-sama melawan penyebaran virus ini, terus berupaya melaksanakan pola Hidup Bersih dan Sehat, belajar dan bekerja dari rumah, menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang serta  senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT  agar terhindar dari wabah virus Corona.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *