Pemerintah Sosialisasikan Rencana Proyek LRT

  • Whatsapp
sosialisasi lrt- megapolitan
Usai Rapat Sosialisasikan Pemerintah Dengan Masyarakat Jatimulya Yang Terkena Dampak Pembangunan Proyek LRT

BEKASI, AMUNISINEWS.COM – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan selaku stakeholder pembangunan Light Rail Transit  (LRT) menggelar sosialisasi serta pendataan kepada warga yang terkena dampak pembangunan LRT.

Seperti yang terjadi di aula Kelurahan Jatimulya di hadiri oleh Jumadi dari Dirjen Perkereta apian Kementrian perhubungan, selaku PPK pembangunan LRT.

Kepada Media, Jumadi selaku PPK dari Perkeretaapian mengatakan bahwa sosialisasi ini di adakan untuk mamberitahukan masyakat. ”Khususnya kepada warga  yang ada dari 5 RT dari 3 RW yg kena dampak LRT,Meliputi RT 01/06, RT 07/06, RT 01/07, RT 07/07, RT 07/08. memiliki atas hak (tanah milik),” ungkapnya.

Lanjut Jumadi, dari kementerian meminta persetujuan warga dan sekaligus mendata nama berserta tanahnya yang dimiliki warga untuk pembangunan stasiun dan depo LRT.

“Setelah di keluarkan SK oleh Gubernur Jawa Barat, baru diadakan pengukuran oleh BPN guna pencocokan nama dan data tanah yang dimiliki warga tersebut, dijelaskan Jumadi setelah di lakukan pengukuran oleh BPN barulah di lakukan Negosiasasi harga oleh warga tersebut, jika harga sudah cocok dan di setujui baru di lakukan pembayaran kepada warga tersebut melalui rekening (tansfer),” bebernya.

Juarul Alam Camat Tambun Selatan, mengatakan rapat pertama yang digelar seluruh elemen pemerintah hanya sebatas sosialisasi dan pendataan. “ Dan nanti tahap akhir yakni ganti rugi Bangunan dan tanaman yang berada di atas tanah tersebut,” katanya.

Sementara Muklis yang merupakan warga RT 07/07, mendukung bila itu sudah menjadi program pemerintah yang penting masyarakat senang dan harga tanah permeter nya jelas dan sesuai harganya.

“Kami mendukung terkait rencana pembangunan LRT di Kelurahan Jatimulya, tetapi warga setuju mau melepas tanah kami bila harga yang di berikan cocok,” tuturnya. (Cas)

 

Pos terkait