Pemilik Kapal Minta Pengelola Pelabuhan Perikanan Muara Angke Minimalisir Bahaya Kebakaran •

  • Whatsapp

Tampak kolam pelabuhan pendaratan ikan Muara Angke masih di penuhi kapal motor ikan yang parkir. Kapasitas kolam parkir bisa menampung 200 – 300 unit  kapal motor ikan

Oleh Zahari

JAKARTA, AMUNISINEWSNEWS.CO.ID – Pemilik/pengusaha kapal motor perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke, Kel.Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, minta pihak pengelola pelabuhan melakukan langkah – langkah untuk mencegah terjadi kebakaran kapal motor ikan.

“Jangan sampai peristiwa kebakaran 34 kapal motor ikan di Pelabuhan Perikanan Muara Baru Jakarta Utara, minggu lalu terulang di Muara Angke,” ungkap para pemilik/pengusaha kapal motor perikanan di Muara Angke saat diminta komentar soal peristiwa naas yang merugikan ratusan milyar rupiah itu, Kemarin.

Para pemilik/pengusaha kapal motor ikan yang bermarkas di kawasan pendaratan ikan Muara Angke menyebutkan sudah hampir satu minggu peristiwa kebakaran kapal ikan di pelabuhan Muara Baru belom ada aksi cepat dari Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UP3) Muara Angke.                                                                            Soal aksi cepat tanggap pihak pengelola kawasan pendaratan ikan dalam meminimalisir bahaya kebakaran kapal, Kepala UP3 Muara Angke, Mahad  mengungkapkan, setiap saat selalu mengingatkan pemilik kapal motor ikan untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengundang kebakaran seperti mengelas diatas kapal saat parkir di kolam pelabuhan.                                                                    Setiap bulan, lanjut Mahad pihak UP3 selau berkirim surat edaran kepada pemilik kapal motor untuk mengingatkan agar parkir kapal motor tempat yang telah ditentukan dan haluan kapal harus menghadap arah keluar kolam pelabuhan. “Ini tujuannya adalah saat ada kejadian yang tidak diinginkan lebih mudah melakukan manuver untuk keluar dari tempar parkir, ” jelas Mahad seraya menambahkan, juga telah memasang sepanduk untuk mengingatkan pemilik kapal untuk bersama – sama menjaga aset yang berharga itu dari amukan si jago merah itu.

Menyinggung soal alat pemadam yang ada didermaga pendaratan ikan, kepala UP3 Muara Angke itu menyatakan, sangat jauh kurang dari jumlahnya. Idealnya setiap 50 meter harus ada alat pemadam baik itu bemuk rumah pompa atau Jangan portable untuk memudahkan saat melakukan pertolongan pertama.

Dia juga mengungkapkan kunci utama dalam mencegah bahaya kebakaran kapal motor ikan itu adalah 10 menit pertama saat terjadi. Bila sudah bisa dikuasai maka api tidak akan menjalar ke kapal motor yang lain. Jika sudah melewati 10 menit maka untuk mencegah kebakaran agak sulit karena kapal motor ikan yang bodinya dilapisi dengan fiber sangat mudah terbakar dan cepat meluas ke kapal motor yang lain.

Ditanya soal memperbanyak alat pemadam di dermaga pendaratan ikan, dia menjelaskan untuk mempercepat pengadaan alat itu tahun 2019 ini sulit karena itu butuh persetujuan anggota dewan yang terhormat di kebon sirih dulu. “Itu juga belum tentu disetujui jumlahnya sesuai kebutuhan di dermaga Muara Angke,” tukas Mahad sambil menambahkan dalam waktu akan mengadakan pertemuan dengan pemilik atau pengusaha kapal ikan untuk mencari solusi terbaik dalam upaya mencegah terjadi bahaya kebakaran kapal motor ikan,”  ujarnya.

Pos terkait