Pemilik Narkotika Jenis Shabu – shabu, Dijatuhi Hukuman Berbeda

Oleh, Aston Darwin

 JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Jika Dewi fortuna sudah bicara, maka halangan dan hambatan pasti lah lewat. Lihat saja, terdakwa Sony Oktavianus alias Sony bersama dengan 3 orang rekannya, yakni : terdakwa Tan Ping, Franky Setiawan alias Kim alias Obagi dan terdakwa Hans, yang diadili terkait kepemilikan narkotika jenis Shabu – shabu tetsebut, mungkin bisa bernafas lega. Pasalnya, vonis yang dujatuhkan oleh Majelis hakim, ternyata jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun penangkapan yang dilakukan kepada terdakwa Sony Oktavianus alias Sony, Tan Ping, Franky Setiawan alias Kim alias Obagi dan terdakwa Hans, berawal saat Sugeng Harjo Santoso, Mohammad Subur dan saudara Afrizal yang tak lain merupakan anggota polisi dari Satuan narkotika Polda Metro Jaya (PMJ), mendapatkan informasi bahwa di Restoran Yosinoya, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta utara, akan datang seorang lelaki untuk menyerahkan narkotika. Berbekal informasi tersebut, ke -3 anggota polisi itu pun, langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan. Setelah tiba dilokasi, terdakwa Sony Oktavianus alias Sony yang melakukan gerak – gerik mencurigakan itu pun, ditangkap. Ketika digeledah, dari kantong celana milik terdakwa Sony Oktavianus alias Sony, ditemukan 4 bungkus plastik klip berisikan Shabu – shabu seberat 5,10 Gram. Selain itu, 2 unit Hand -phone (HP) Merek Samsung dan Iphone, juga ikut diamankan.

Menurut pengakuan terdakwa Sony Oktavianus alias Sony, narkotika jenis Shabu – shabu tersebut, diperoleh dari terdakwa Franky Setiawan alias Kim alias Obagi. Setelah mendengar pengakuan dari terdakwa Sony Oktavianus alias Sony, ke -3 anggota polisi itu pun, langsung bergerak untuk melakukan pengembangan. Setelah tiba dirumah milik terdakwa Franky Setiawan alias Kim alias Obagi, yang beralamat dijalan Panarukan No.19, Rt.11 /Rw.09, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, ke -3 anggota polisi itu juga, berhasil menemukan 22 bungkus plastik klip berisikan Shabu – shabu dengan berat yang bervariasi. Diantaranya : 4 bungkus plastik klip , berisikan Shabu – shabu seberat 9,77 Gram, 16 bungkus plastik klip berisikan Shabu – shabu, seberat 48 Gram, 1 plastik klip berisikan Shabu – shabu , seberat 101 Gram dan 1 plastik klip berisikan Shabu – shabu, seberat 57 Gram. Ketika diinterogasi, terdakwa Franky Setiawan alias Kim alias Obagi mengakui, bahwa dirinya disuruh oleh terdakwa Tan Ping, untuk menjadi perantara dalam jual / beli narkotika. Tidak lama setelah terdakwa Franky Setiawan alias Kim alias Obagi ditangkap, dilokasi yang berbeda, terdakwa Hans pun, berhasil ditangkap.

Pada sidang yang sebelumnya, saksi Sugeng Harjo Santoso, Mohammad Subur dan saksi Afrizal mengatakan, pada saat sedang menjalankan tugas, mereka mendapat informasi, bahwa di Restoran Yosinoya, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta utara, ada seorang lelaki yang akan datang untuk mebyerahkan narkotika jenis Shabu – shabu. Setelah dilakukan pengamatan, terdakwa Sony Oktavianus alias Sony pun, ditangkap. Ketika digeledah, dari kantong celana yang dipakai terdakwa Sony Oktavianus alias Sony, memang ada ditemukan 2 bungkus plastik klip yang berisikan Shabu – shabu, seberat 5,10 Gram. Ke -3 saksi itu juga menambahkan, bersasarkan keterangan dari terdakwa Sony Oktavianus alias Sony lah, terdakwa Tan Ping, Franky Setiawan alias Kim alias Obagi dan terdakwa Hans, berhasil ditangkap.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fedrik Adhar, SH mengatakan, bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Sony.Oktavianus, Tan Ping, Franky Setiawan alias Kim alias Obagi dan terdakwa Hans, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana, yang duatur dalam Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) UURI Nomor.35 Tahun 2009, tentang narkotika. Menuntut, agar terdakwa Sony Oktavianus alias Sony dan terdakwa Tan Ping, dijatuhi hukuman pidana selama 7 tahun, dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan. Sementara itu, terdakwa Franky Setiawan alias Kim alias Obagi dan terdakwa Hans, dutuntut dengan hukuman pidana selama 11 tahun penjara. Selain hukuman pidana tersebut, terdakwa Sony Oktavianus alias Sony, Tan Ping, Franky Setiawan alias Kim alias Obagi dan terdakwa Hans, juga harus membayar denda sebesar Rp. 1.000 000.000. Jika denda tersebut tidak bisa dibayar, maka ke -4 terdakwa itu, harus rela menggantinya dengan hukuman kurungan selana 6 bulan. Menyatakan, barang – bukti berupa Shabu – shabu tersebut, agar dirampas untuk dimusnahkan. Memerintahkan, agar para terdakwa tetap ditahan didalam Rumah Tahanan Negara ( Rutan ).

Dalam inti surat Pembelaan ( Pledoi ) yang diajukan oleh tim Penasehat Hukum terdakwa memohon, agar Majelis hakim bersedia memberikan keringanan hukuman bagi Kliennya. Pasalnya, para terdakwa ( Kliennya ) tersebut, sudah mengakui semua kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Selasa, 8 Oktober 2019, ,pukul 15.30 Wib, setelah bermusyawarah, Hakim ketua Chris Fajar Sosiawan, SH., MH yang dudampingi hakim anggota Dodong Iman Rusdani, SH., MH dan Sutedjo Bomantoro, SH., MH, akhirnya sepakat dan menjatuhkan vonis kepada terdakwa Sony Oktavianus alias Sony dan terdakwa Tab Ping, dengan hukuman pidana masing – masing selama 5 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Franky Setiawan alias Kim aluas Obagi dan terdakwa Hans, dijatuhi hukuman pidana selama 8 tahun penjara. Selain hukuman pidana tersebut, terdakwa Sony Oktavianus alias Sony, Tan Ping, Franky Setiawan alias Kim alias Obagi dan terdakwa Hans, juga harus membayar denda sebesar Rp. 1 000.000.000. Jika denda tersebut tidak bisa dibayar, maka para terdakwa harus menggantinya de gan hukuman kurungan selana 6 bulan. Menyatakan, barang – bukti berupa Shabu – shabu, agar dirampas untuk dimusnahkan. Memerintahkan, agar para terdakwa, tetap ditahan. Membebankan biaya perkara, kepada masing -masing terdakwa sebesar Rp.5.000. Begitu mendengar putusan yang dibacakan oleh Majelis hakim, para terdakwa bersama dengan keluarganya, tampak tersenyum lega.

 

26 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.