Pemkot Apresiasi Kehadiran Kapolda Dan Danrem Guna Menyelesaikan Pertikaian Antar Warga

  • Whatsapp

Oleh Jecko Poetnaroeboen

TUAL, AMUNISINEWS.CO.ID – Pemerintah Kota Tual (Pemkot) sanggat mengapresiasi kehadiran Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharuddin Djafar dan Danrem 151/ Binaiya, Kol Inf Hartono guna bertujuan untuk menyelesaikan pertikaian antara warga Desa Taar dan Warga Hollat.

Prtemuan di kompleks UN lorong pasar malam Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual yang berlangsung di gedung Aula Kantor Walikota Tual, Kamis (12/3/2020).

Turut hadir dalam pertemuan penyelesaian tersebut, Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharuddin Djafar, Danrem 151/ Binaiya, Kol Inf Hartono, Sekda Kota Tual Akhmad Yani Renuat, Kabag Humas Polda Maluku, Kombes Pol Moh Rum Ohoirat, Kaor Ops Polda Maluku, Kombes Pol Anjar, Dandim 1503/ Tual, Letkol Inf Laode Mohammad Sabaruddin, Kadis Ops Lanud Dominggus Dumatubun Langgur, Mayor Tek Sigit Dwi, Kapolres Maluku tenggara, AKBP Alfaris Pattiwael, Anggota DPRD Kota Tual.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S. Ag, M. Si dalam sambutannya yang dibacakan langsung oleh Sekda Kota Tual, Ahmad Yani Renuat, bahwa dalam sistem pembagian adat di Kei perlu untuk diketahui bersama sudah terbagi menjadi dua yaitu Ursiw Urlim, dan secara adat wilayah Dullah masih memiliki hubungan Erat dengan Hollat kei besar.

Untuk itu, sebelumnya terjadi pertikaian seperti ini sudah pernah terjadi sebelum dan dibangun sebuah tugu ini sebagai sebuah simbol perdamaian yang menandakan adanya perdamaian. dan Perlu juga untuk dicermati tentang perjanjian perdamaian beberapa tahun yang lalu terkait dengan pertikaian yang baru terjadi beberapa pekan kemarin.

Penyebab dari pada pertikaian ini sudah barang tentu dapat menghabiskan energi yang banyak terkait dengan konflik yang terjadi saat ini di Kota Tual.

Oleh karena itu, diharapkan semua pihak untuk menghentikan pertikaian internal karena sebuah daerah akan menjadi lambang dalam ekonomi dan lainnya bisa di sebabkan karena jaminan keamanan yang tidak stabil.

Selain itu, untuk kerusakan rumah dan kerugian lain akan di bantu oleh Pemerintah Kota Tual, melalui program dari dinas – dinas terkait.

Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharuddin Djafar mengatakan, bahwa walaupun permasalahan ini sudah selesai, namun pihaknya menggandeng Danrem guna berkunjung ke warga Desa Taar dan warga kompleks Hollat guna menyerap aspirasi dari kedua warga tersebut.

Dia menjelaskan, kedatangannya di Kota Tual untuk melayani masyarakat bukan untuk dilayani, dan pihaknya ingin membuktikan bahwa kebersamaan ini ada juga di Kota Tual.

“Saya dengan Danrem sangat kagum dengan adanya kebersamaan di kota Tual sehingga kami tidak mau terlalu banyak Anggota menjadi pengawal dengan tujuan agar lebih dekat dengan warga masyarakat Kota Tual,” jelasnya.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Alfaris Pattiwael menyampaikan, pihaknya akan bertindak tegas terhadap oknum warga masyarakat yang terlibat dalam konflik tersebut.

“Saya tegaskan juga dalam kesempatan ini bahwa jika ada lagi yang keluar nanti malam menggunakan parang dan alat tajam lainnya maka akan kami tangkap,” ujarnya.

Konflik ini sudah pernah terjadi dan kembali terjadi lagi sehingga pihaknya memintah kepada warga agar kedapan hal- hal semacam ini harus menyerahkan perkara tersebut untuk di selesaikan dengan hukum positif.

Oleh karena itu dalam pertemuan ini kami akan membuat pernyataan damai dengan catatan tegas bahwa jika pihak manapun yang memulai rusuh maka tidak ada lagi mediasi perdamaian tetapi harus di hadapkan sesuai hukum positif sehingga ada efek jera terhadap pelaku.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *