Penambang Kembali Beraktifitas di Hutan Lindung

  • Whatsapp

Oleh Budiman Siregar

JEBUS,MUNTOK,AMUNISINEWS.CO.ID-Kembali para penambang melakukan aktifitas penambangan di kawasan diduga sudah masuk Kawasan Hutan Lindung, para penambang dengan sistim rajuk itu terpantau oleh Media sedang menambang di kolong Kuarsa Desa Teluk Limau,kecamatan Parit Tiga, kabupaten Bangka Barat ( Babar ) Provinsi Bangka Belitung ( Babel ), Minggu ( 23/9).

Selain merusak kawasan HL persoalan lain adalah membeli dan menampung pasir timah yang diduga tidak memiliki izin dari pihak terkait itu anehnya tidak tersentuh oleh aparat Kepolisian setempat bahkan terkesan dibiarkan, padahal aktifitas mereka sudah berlangsung lama.

Salah satu penambang yang sempat mengaku kepada wartawan bahwa hasil timah yang mereka dapat itu biasanya mereka jual kepada oknum yang diketahui bernama Tatang selaku kolektor pasir timah di Desa Sekar Biru,kecamatan Parit Tiga.

“Pasir timah ini kami jual ke Tatang selaku kolektor di Desa Sekar Biru,” kata salah satu penambang kepada wartawan.

Sementara itu Tatang sendiri selaku kolektor timah tidak terima dengan wartawan yang telah mengambil dokumentasi ( foto-foto – red ) di tambang itu, Tatang langsung menelpon salah satu wartawan dengan nada marah – marah hingga menyebutkan mengapa hanya tambang miliknya saja yang difoto foto sementara penambang lain banyak , kenapa tidak difoto.

“Apa maksud kamu ( wartawan – red ) memfoto foto d tambang saya sebab tambang lain banyak, berarti kamu ngajak saya bermusuhan ya? Kamu dimana !! Kita ketemu saja,” kata Tatang dengan nada beringas dan kesal.

Diketahui, berdasar informasi yang didapat di lapangan bahwa kolektor Tatang tidak hanya beli dari TI Rajuk Kolong Kuarsa saja akan tetapi Biji timah dari tambang – tambang  ilegal dari dari Desa Jebu Laut dan TK 8 pun diduga ikut dibelinya.

Pos terkait