Penemuan Situs Diharapkan  Jadi Obyek Wisata

Oleh Tama/Nugraha

SIDOARJO , AMUNISINEWS.CO.ID – Situs yang diduga merupakan Candi peninggalan Kerajaan Majapahit ditemukan.Selain temuan struktur  bangunan juga ditemukan puluhan batu berbentuk  artefak yang saat ini diamankan di kantor desa Kedung Bocok, dusun Kedung Klinter berbentuk makara yang terbuat dari batu Rabu (7/2) kini menjadi perhatian publik.

Kepala desa Kedung Bocok Kecamatan Tarik H.Moch.Ali Ridho kepada wartawan Rabu (7/2) mengatakan,pertama yang ditemukan adalah Umpak, penemuan pertama ditemukan salah satu warga dan sempat dibawa pulang.

“Ketika saya ambil setelah dibawa pulang kerumahnya,dibawa satu orang tidak kuat,dan harus  melibatkan 12 orang tidak kuat juga.Sehingga segini banyak penemuaannya sampai sebulan penemuan segini banyak.Untuk itu kita amankan di kantor desa,” terang Ali.

“Saya berkewajiban melestarikan situs ini dan berharap desa ini Kedung Bocok dikenal oleh khalayak umum, masyarakat luas,bahwa desa ini cikal bakalnya kerajaan Majapahit,” tambahnya.

Diketahui begitu juga warga disini,senang sekali dengan adanya penemuan- penemuan ini.Mereka begitu antusias,sehingga  warga senangnya bukan main mas,untuk mengenalkan daerahnya dan 24 jam antusias menjaganya.”Namun yang utama kami dan warga berharap ada perhatian pemerintah kabupaten maupun pusat,”pungkas Ali.

Kepada wartawan di kantornya sambil menunjukan puluhan artefak dengan berbagai bentuk yang terbuat dari batu. Temuan struktur bangunan batu bata merah ini diduga merupakan bangunan candi yang dibangun sebelum Kerajaan Majapahit.

Camat Tarik Abdul Kifli dan kades Kedung Bocok Moch.Ali Ridho menunjukan puluhan artefak di salah satu ruangan

Sementara Camat Tarik Drs.Abdul Kifli kepada wartawan,Rabu (7/2) mengatakan, untuk penemuan situs diketahui, setelah saya dihubungi oleh pak kades apa yang ada didesa, saya melangkah melihat secara langsung ke lokasi. “Apapun itu meskipun situs cagar budaya, yang ada di wilayah hukum kecamatan Tarik,tetap saya fasilitasi.Apalagi kalau sudah ada proposal yang masuk dari cagar budaya.Sekarang masih di police line jadi dihentikan sementara,kalau sudah anggarannya baru diteruskan,” kata cmat.

”Kalau untuk sebatas melihat diperbolehkan untuk masyarakat umum,namun untuk penggalian dihentikan sementara menunggu dana.Kami selaku Forkopimka berharap kalau hal  bisa dijadikan obyek pariwisata karena diketahui khalayak umum itu semua untuk kemajuan destinasi wisata karena merupakan cagar budaya peninggalan Mojopahit yang berharga,”pungkas Kifli.

Sementara Petrus staf bidang kebudayaan dinas Pendidikan dan Kebudayaan kepada media menyampaikan,apa yang dikatakan dari BPJB Trowulan kita mendukung sebagai dinas sesuai prosedur.Nanti kita cari titik temunya dan ternyata sudah ada titik temu.

Hal ini juga setelah dari Trowulan memberikan proposal,sebab tim kan sudah turun nanti kita sampaikan ke kepala dinas dan bupati.Sesuai perda nomor.pasal 26 ayat 24 sudah tertera jelas pelanggaran,namun apa yang dikatakan pak kepala desa kita dukung semuanya.”Dan memang saat ini sudah dipolice line dan dituutup sementara untuk penggalian dihentikan sementara.Namun masyarakat masih diperbolehkan untuk melihat,mungkin dari kepala desa sudah menggalakkan ke sekolah-sekolah untuk melihat situs tersebut,”pungkasnya.

 

 

(Visited 16 times, 1 visits today)
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *