Pengawasan TPT Desa Kemiri, Dinas PUPR Karawang “Ngejedog”

  • Whatsapp

Oleh Asep Sukmana

KARAWANG, AMUNISINEWS. – Proyek Turap Penahan Tanah (TPT)  berlokasi di Dusun Krajan Rt. 25 Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta  terkesan dilaksanakan asal jadi, pekerjaan TPT ini tidak terpampang spanduk proyek sehingga menimbulkan asumsi publik yang negatif.

Dengan terpasangnya spanduk proyek maka akan diketahui dana darimana, berapa anggaran pekerjaan ini,panjangnya berapa, tingginya berapa, lamanya masa pekerjaan dan CV mana yang melaksanakannya.

Pekerjaan TPT terlihat pelaksanaan pondasinya hanya batu saja yang disusun tanpa adanya adukan karena masih ada air irigasinya, disebabkan  pemasangan kisdam yang tidak sempurna, saat diukur ketinggian TPT tersebut oleh masyarakat setempat yang bernama Dede tingginya sekitar 130 cm.

“Dengan melihat hasil pekerjaan TPT di Kemiri saya menduga Pengawas Dinas PUPR Karawang ‘Ngejedog’ (red-diam) di tempat alias ongkang ongkang kaki dikantornya,” tegas Dede sambil menunjuk hasil pekerjaan TPT yang asal jadi.

Saeful sebagai pengawas pekerjaan TPT  dari Dinas PUPR Karawang saat dihubungi lewat Seluler menjelaskan (29/10/18), bahwa pekerjaan Turap di Desa Kemiri memang kurang rapih, tingginya 180 cm. “Tentang pagu anggaran dan nama CV nya saya lupa nanti dilihat dulu di kantor sekarang saya lagi sibuk,” ucap Saeful sambil menghentikan telponnya.

Dari keterangan sepintas Saeful bisa disimpulkan pekerjaannya asal jadi, ketinggiannya tidak sesuai dengan  Spek, ada kemungkinan masa kerjanya sudah lewat masa kontrak.

Dengan tidak terpasangnya Spanduk Proyek maka Pelaksana dan Dinad PUPR melanggar dua aturan, Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Perpres nomor 70 tahun 2012 tentang Pengadaan barang/jasa Pemerintah.

 

Pos terkait