Pengedar Narkotika, Dituntut 18 Tahun Penjara oleh PN Jakut

Oleh : Aston Darwin

Ke dua terpidana di vonnis hakim PN Jakut

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID -Terdakwa Ari Setiyawan Bin Slamet Wiyanto bersama dengan rekannya, yakni terdakwa Bambang Suyanto Alias Boyor Bin Suminta, yang disinyalir aebagai pengedar narkotika jenis shabu – shabu dan pil ekstacy tersebut, akhirnya hanya bisa terlihat pasrah, saat mendengar dirinya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) dengan hukuman pidana selama 18 tahun penjara. Adapun penangkapan yang dilakukan terhadap ke-2 terdakwa, berawal saat IGN Komang dan Ronald Anderson yang tak lain merupakan anggota polisi dari satuan narkotika Polsek Metro Pademangan, mendapatkan informasi, bahwa dirumah kontrakan yang beralamat dijalan Budi Mulia, Rt.008/013 Pademangan Jakarta utara, sering dijadikan sebagai tempat untuk bertransaksi narkotika.
Berbekal informasi tesebut, ke-2 anggota polisi itu pun, langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan.

Setelah tiba dilokasi, terdakwa Ari Setiyawan Bin Slamet Wiyanto dan terdakwa Bambang Suyanto Alias Boyor Bin Suminta, berhasil ditangkap. Begitu digeledah, dari lantai 2 rumah kontrakan tersebut, ditemukan barang- bukti berupa:bungkusan plastik yang didalamnya berisikan narkotika jenis shabu- shabu seberat 381,84 Gram dan pil ekstacy sebanyak 1000 butir. Selain narkotika tersebut, juga ditemukan 1 unit timbangan elektrik merek GHQ HWH warna hitam dan 1 unit timbangan elektrik warna putih. Detik itu juga, terdakwa Ari Setiyawan Bin Slamet Wiyanto dan terdakwa Bambang Suyanto Alias Boyor Bin Suminta bersama dengan barang buktinya tersebut, dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.

Pada sidang yang sebelumnya, saksi IGN Komang dan saksi Ronald Anderson mengatakan, bahwa mereka kenal dengan ke-2 terdakwa, pada saat melakukan penangkapan saja. Ke-2 saksi itu juga mengatakan, pada saat melakukan observasi, mereka mendapat informasi, bahwa dirumah kontrakan yang beralamat dijalan Budi Mulia, Rt.008/013 Pademangan, Jakarta utara, sering dijadikan sebagai tempat untuk bertransaksi narkotika. Tidak lama setelah melakukan penyelidikan, terdakwa Ari Setiyawan Bin Slamet Wiyanto dan terdakwa Bambang Suyanto Alias Boyor Bin Suminta, berhasil ditangkap. Ketika dilakukan penggeledahan, dari kamar kontrakan yang berada dilantai 2, ditemukan kotak kardus warna merah yang didalamnya terdapat bungkusan plastik berisikan narkotika jenis shabu- shabu dan pil ekstacy sebanyak 1000 butir.

Selain narkotika tersebut, mereka juga menemukan 2 unit alat timbangan. Begitu mendengar keterangan dari ke-2 saksi tersebut, terdakwa Ari Setiyawan Bin Slamet Wiyanto dan terdakwa Bambang Suyanto Alias Boyor Bin Suminta, hanya bisa mengangguk- angguk kan kepalanya.

Dihadapan Majelis hakim, terdakwa Ari Setiyawan Bin Slamet Wiyanto dan terdakwa Bambang Suyanto Alias Boyor Bin Suminta mengakui, bahwa benar, mereka ditangkap karena kedapatan menyimpan dan memiliki narkotika. Narkotika jenis shabu- shabu tersebut dibeli dari saudara” Bambang Sutrisno” ( DPO) seharga Rp. 1.100.000 per gramnya. Selanjutnya, shabu- shabu tersebut, kembali dijual dengan harga Rp. 1.300.000~ Rp. 1.400.000. Jadi, keuntungan yang mereka dapatkan adalah sebesar Rp.200.000~ Rp. 300.000. Terkait dengan narkotika jenis pil ekstacy sebanyak 1.000 butir tersebut, masih disimpan didalam kontrakan. Selain menjadi pengedar, mereka juga sering mengkonsumsi narkotika jenis shabu- shabu. Ucap terdakwa Ari Setiyawan Bin Slamet Wiyanto dan terdakwa Bambang Suyanto Alias Boyor Bin Suminta, dihadapan persidangan.

Selasa, 6 February 2018, pukul 16.00 Wib, Jaksa Penuntut Umum        (JPU) Melda Siagian, SH, yang digantikan oleh Jaksa Saut Damanik, SH, mengatakan, bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Ari Setiyawan Bin Slamet Wiyanto dan terdakwa Bambang Suyanto Alias Boyor Bin Suminta, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 113 ayat (1) UURI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. Menuntut, agar ke-2 terdakwa dijatuhi hukuman pidana, masing- masing selama 18 tahun penjara, dikurangi selama ke-2 terdakwa berada didalam tahanan. Selain hukuman pidana, ke-2 terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp. 1 Miliar. Apabila denda tersebut tidak bisa dibayar, maka ke-2 terdakwa, harus rela menggantikannya dengan hukuman kurungan selama 1 tahun. Menyatakan barang bukti berupa shabu- shabu seberat 381,84 Gram dan pil ekstacy sebanyak 1.000 butir serta 2 unit timbangan elektrik, agar dirampas untuk dimusnahkan.

Begitu mendengar tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum ( JPU), tim penasehat Hukum terdakwa langsung mengatakan, bahwa ia akan mengajukan surat pembelaan ( Pledoi).

Hakim ketua Chris Fajar Sosiawan, SH,.MH yang didampingi hakim anggota Sutedjo Bomantoro, SH,.MH dan Dodong Iman Rusdani, SH,.MH mengatakan, untuk mendengarkan pembelaan (Pledoi) dari tim Penasehat  Hukum terdakwa, sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali setelah 1 minggu kedepan

 

 

editor: maliki hd

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *