Pengedar Shabu-shabu Dituntut 8 Tahun Penjara

Oleh : Aston Darwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul yang diadili terkait bisnis peredaran narkotika itu, hanya bisa terlihat pasrah, saat mendengar dirinya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU), dengan hukuman pidana penjara selama 8 tahun. Modus penangkapan yang dilakukan terhadap terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul, berawal saat Sugeng Riyanto, Kaka Agus Widarsa dan  Depdikbud Gea, yang tak lain merupakan anggota polisi dari satuan narkotika Polsek Metro Cilincing, mendapatkan informasi, bahwa diwarung internet ( Warnet) D’ King, yang beralamat dijalan. Kelapa Il, Rt.011/ 03, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta utara, sering dijadikan sebagai ajang untuk bertransaksi narkotika.
Berbekal informasi tersebut, ke- 3 anggota polisi itu, langsung berangkat untuk melakukan penyelidikan. Setelah sampai dilokasi, terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul yang sedang duduk didalam warung internet (Warnet) itu pun, berhasil ditangkap.
Saat dilakukan penggeledahan, dari bawah kolong meja yang ditempati/ diduduki oleh terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul, ditemukan 4 bungkus plastik klip yang berisikan Shabu- shabu seberat 2, 53 Gram. Selain narkotika jenis Shabu- shabu tersebut, ke-3 anggota polisi itu, juga berhasil menemukan barang- bukti berupa 1 bungkus rokok merek Magnum Mild, 2 buah timbangan elektrik dan 1 unit Hand- phone (HP) merek Nokia. Detik itu juga, terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul bersama dengan barang- buktinya tersebut, langsung dibawa ke kantor polisi, untuk diperiksa.
Pada sidang yang sebelumnya, saksi Sugeng Riyanto, Kaka Agus Widarsa dan saksi  Arosokhie Gea mengatakan, pada tanggal 17 Mei 2018, sekitar pukul 16.00 Wib, mereka memang sedang menjalankan tugas. Pada saat itu juga, mereka mendapat informasi, bahwa diwarung internet ( Warnet) D’King, yang beralamat dijalan. Kelapa Il, Rt.011/03, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, ada seorang lelaki yang sering melakukan transaksi narkotika.
Berdasarkan informasi tersebut, mereka pun, bergerak untuk melakukan penyelidikan. Ke- 3 saksi itu juga mengatakan, ketika mereka sudah sampai dilokasi, terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul yang sedang duduk manis itu pun, berhasil ditangkap. Ketika dilakukan penggeledahan badan, mereka memang tidak ada menemukan narkotika. Namun, dari balik  kolong meja warung internet ( Warnet) yang diduduki oleh terdakwa, ditemukan 4 bungkus plastik klip, yang berisikan narkotika jenis Shabu- shabu seberat 2, 53 Gram. Menurut pengakuan terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul, narkotika tersebut, didapat dari saudara Sandi.
Sementara itu, menurut keterangan saksi Jujun Junaedi bin Hendrik yang tak lain merupakan pemilik warung internet (Warnet)D’ King itu mengatakan, bahwa dirinya memang sering melihat terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul, datang ke warung internet (Warnet) miliknya. Saksi Jujun Junaedi bin Hendrik juga mengatakan, saat dilakukan penangkapan, dirinya baru menyadari bahwa terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul, adalah seorang pengedar narkotika.
Dihadapan Majelis hakim, terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul mengakui, bahwa benar ia ditangkap oleh ke- anggota polisi, karena kedapatan menyimpan dan memiliki narkotika. Narkotika jenis Shabu- shabu tersebut, didapat dari saudara Sandi. Rencananya, narkotika tersebut, akan dijual kepada teman- temannya. Sayang, sebelum narkotika tersebut berhasil dijual, dirinya malah ditangkap polisi.Terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul juga mengatakan, selain menjadi pengedar, dirinya juga merupakan penikmat narkotika jenis Shabu- shabu.

Selasa, 23 Oktober 2018, pukul 16.00 Wib, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erni Pramoti, SH., MH mengatakan, bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul , telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana seperti yang diatur dalam Pasal 114 ayat (1) UURI Nomor.35 Tahun 2009 tentang narkotika. Menuntut, agar terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul, dijatuhi hukuman pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan. Selain hukuman pidana tersebut, terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul, juga harus membayar denda sebesar Rp.1.000.000.000.
Jika denda tersebut tidak bisa dibayar, maka terdakwa Febriyan Ramajuda bin Dahrul, harus rela menggantinya dengan hukuman kurungan selama 1 tahun. Menyatakan, barang- bukti berupa narkotika jenis Shabu- shabu seberat 2,53 Gram berikut 1 bungkus rokok merek Magnum Mild warna Biru dan 1 pc Hand- phone (HP) merek Nokia, agar dirampas untuk dimusnahkan.
Begitu mendengar Kliennya dituntut selama 8 tahun penjara, tim Penasehat Hukum terdakwa yang tergabung dalam Posko Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Jakarta utara, mengatakan, bahwa mereka akan mengajukan surat pembelaan (Pledoi) secara tertulis.
Hakim ketua Dodong Iman Rusdani, SH.,MH yang didampingi hakim anggota Chris Fajar Sosiawan, SH.,MH dan Sutedjo Bomantoro, SH.,MH mengatakan, untuk mendengarkan inti surat pembelaan (Pledoi) dari tim Penasehat Hukum terdakwa, maka sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali setelah 1 minggu kedepan.

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *