Pengembangan Bandara Bilorai Sugapa Tidak Bisa Ditingkatkan Kecuali Penunjang Pelayanan

  • Whatsapp
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kls III Bilorai, Martoyo Purwanto S. Sos

Oleh : Rahman

INTAN JAYA, AMUNISINEWS.COM – Kepala Unit penyelenggara Bandar Udara Kelas III Bilorai, Martoyo Purwanto S.Sos kepada wartawan di ruang kerjanya di Bandara Bilorai Sugapa terkait pembangunan beberapa fisik sudah dilaksanakan pertama pemotongan bukit ada beberapa tahap yang sudah dilaksanakan pimpinan sebelumnya, tahap pertama 2014 tahap kedua 2015.

“Namun setelah usul tahap berikutnya ada kendala dari pusat harus ada studi kelayakan posisi kami didaerah ketinggian masalah studi harus ada konsultannya apakah bukit layak dipotong karena terlalu tinggi,” ujarnya.

Panjang landasan sebelumnya 600, kemarin 2015 diusulkan perpanjangan kembali menjadi 750 itu sudah maksimal. Setelah koordinasi dengan tim pusat dari direktorat teknik katanya untuk pengembangan sudah tidak bisa kalau untuk peningkatan penunjang pelalyanan bisa ditingkatkan.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah kabupaten dalam hal ini pak bupati setempat untuk ada area terbuka yang bisa digunakan untuk bandara baru.¬†Bupati jawab daerah pegunungan susah untuk area baru,” terangnya.

Lebih lanjut, kepala bandara mengatakan, untuk Peningkatan bandara kelas III naik jadi kelas II Bandara Bilogai Sugapa sudah tidak bisa lagi ada penilaian dari kementerian perhubungan sesuai keputusan menteri No 06 /2008 tentang kreteria Bandara ada beberapa poin termasuk pergerakan grafiknya dan penunjang, serta peralatannya.

Bandara Bilogai tergolong bandara perintis. Kalau diukur sendiri lewat Google Earth, panjang landasannya tak lebih dari 600 meter. Seperti banyak bandara perintis lainnya di Papua, bandara Bilogai kabarnya dibangun oleh dan dilayani pernerbangan  oleh AMA (Association Mission Aviation), perusahaan penerbangan missionaris yang berbasis di Sentani. Baru setelah makin ramai bandara ini diambil alih pengoperasiannya oleh Departemen Perhubungan.

PT Adventure Cartenz selama ini sudah mengembangkan ‘paket wisata’ mendaki Puncak Cartenz (Puncak Jaya, pegunungan Jayawijaya) yang berada di Selatan Sugapa, lewat ‘Jalur Ugimba’. Untuk menempuh jalur itu, para pendaki datang terlebih dahulu ke Bandara Bilogai dengan pesawat charter AMA dari Bandara Timika. Dari Bilogai, barulah mereka berjalan ke Desa Bulapa (masih di Distrik Sugapa) lalu ke Gamagai, terus Ugimba, dan terus hingga ke Puncak Cartenz yang dekat dengan tambang PT Freeport Indonesia, yang berada di Kabupaten Jayawijaya. Selesai di Puncak Cartenz, para pendaki kembali lagi Sugapa dan terbang lagi ke Timika dari Bilogai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *