Penggugat No: 2560/Pdt.G/2019/PAJU Diduga Menutupi Aset Gono Gini

  • Whatsapp

Oleh Rukmana

JAKARTA – AMUNISINEWS.CO.ID, Sidang gugatan No:2560/Pdt.G/2019/PAJU 31 Oktober 2019 yang dilayangkan oleh H.Muhamad Jupri terhadap mantan istrinya Hajjah Mariam terkait harta gono gini memasuki sidang kedua.

Pada sidang sebelumnya yang digelar Selasa 12/11/2019 lalu di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Utara hakim menyarankan untuk mediasi.

Ironisnya dalam mediasi tersebut H.Muhamad Jupri hanya mengakui aset yang dikumpulkan semasa perkawinannya dengan Mariam hanya memiliki 3 unit kios di Pasar Koja masih dalam tahap cicilan, rumah nomor 502 senilai Rp2 Miliyar di Jl.Kampar,Kel.Semper Barat,Jakarta Utara.

“Jadi harta inilah yang harus dibagi dengan mantan istrinya sebagai harta gono gini,” katanya di hadapan mediator PA Jakut Selasa 12/11/19.

Tentu saja pengakuan ini dibantah oleh Hajjah Mariam mantan istrinya,karena menurutnya,aset yang dihasilkan selama pernikahannya dengan mantan suami itu lebih dari yang disampaikan mantan suaminya.

“Kami berdua (H.Muhammad Jupri dan Hajjah Mariam) punya kontrak abadi yang tertuang dalam akta Notaris  dengan PT.Steel Centre Indonesia di Podomoro Sunter Jakarta Utara, terkait pengelolaan limbah,yang setiap empat bulan sekali mengangkut limbah scrab senilai Rp: 400.000,000,- itu nilai nominal yang diperoleh kami pada setiap empat bulannya,dari penghasilan itulah kami mempunyai rumah di Bogor Rt 002/007 No: 63 Kel. Harja Sari,Kc.Bogor Selatan,KB.Bogor Jawa BaratMobil Pajero 1 Unit mobil angkutan umum KWK 07 kurang lebih 5 Unit, 1 unit mobil grand livina yang dicicil dari hasil penjualan scrab SCI,” ungkap Maria kepada awak media Selasa 12/11/2019.

Sidang pun berlanjut Selasa 10/12/2019 dengan agenda  kelanjutan dari mediasi, pada sidang kedua kali ini hakim menyarankan agar kedua belah pihak untuk tetap menempuh jalur  musyawarah antar kuasa hukum

“Kalau bisa dengan jalur damai kekeluargaan untuk apa menempuh jalur hukum,buang-buang biaya dan waktu,karena terkait gono gini sudah diatur dalam kaidah hukum Islam,”tandas hakim PA Jakut seperti yang ditirukan pengacara Hajjah Mariam Zaenal Abidin SH. kepada wartawan Selasa 10/12/19 di halaman PA Jakut.

“Bagaimana musyawarah sedangkan Kuasa hukum H.Muhamad Jupri tetap pada pendiriannya terkait aset gono gini dan tidak mau mengakui aset yang lainnya sedangkan berdasarkan bukti yang ada,aset pernikahan Jupri dengan Mariam itu lebih dari apa yang disampaikan penggugat (H.Muhammad Jupri), saya menduga Penggugat sengaja menutupi aset gono gini yang sesungguhnya,”ungkap Zaenal.

Hasil wawancara media ini,kini Hj.Mariam hanya bisa berharap kepada hakim PA Jakut agar memutus perkara dengan seadil-adilnya,karena Ia merasa mantan suaminya tidak lagi dapat diajak musyawarah mengedepankan asas kemanusiaan.

“Saya sangat sedih dengan tindakan mantan suami yang mengambil alih usaha pengelolaan limbah scrab dari Saya padahal itu adalah nyawa Saya, itu adalah modal untuk membesarkan keempat anak dari saya dan mantan suami (Jupri) kalau usaha itu diambil,darimana kami makan, bagaimana dengan biaya pendidikan anak – anak,” ujar Mariam di kontrakkannya sambil menangis histeris.

Ia menambahkan,usaha pengelolaan limbah itu hasil perjuangannya dan itulah penghasilan keluarganya selama ini, “Saya mohon hakim menuangkan keputusannya yang menyatakan pengelolaan limbah scrab PT.SCI dikembalikan kepada saya untuk menghidupi keempat anak saya,” harap Mariam dengan terbata-bata.

 

Pos terkait