Penting, Posko Guna Membantu Penanganan Covid 19

  • Whatsapp

Oleh Tri Teguh A

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID- Hasan Basri,selaku Kepala Bidang Konservasi Bantuan di Puskesmas Sesa Tuan-Tuan kabupaten Ketapang, kecamatan Benua Kayong Kalimantan Barat mengatakan pendirian posko Covid-19 sangat penting untuk memutus mata rantai penyebabaran virus mematikan tersebut.

Hal ini diungkap Hasan Basri kepada awak media Amunisi, yang  melakukan investigasi ke pos covid 19 di desa Tuan-tuan, beberapa hari lalu.

“Kami bekerja sama dengan lintas sektor, tepatnya ketika kejadian yang meninggalnya almarhum Hidayat, kemudian lintas sektor mendatangi ruangan staff kita untuk lakukan perencanaan membentuk posko bagi orang-orang yang datang, dari himbauan Bupati Kabupaten Ketapang agar desa aktif dan kecamatan untuk memantau,” katanya.

“Dengan pendirian Poscovid 19 ini, kami namakan Posko kami dengan Posko Lintas Sektoral, dikarenakan posko kami bertepatan dengan jalur lintas wilayah dan di posko inilah kami bekerja sama dengan dari anggota kepolisian, dari kecamatan, Polpp dan Koramil,” tegas Hasan Basri

Dari pertama berdiri Posko banyak masyarakat yang datang untuk pemeriksaan straiming di puskismas dan mereka yang baru datang dari luar sekarang sudah menurun karena di Bandarapun sudah terbentuk posko.

“Sekarang tidak hanya kami di tempat lainnyapun khususnya Ketapang semakin bertambah dan sebenarnya pun inilah yang kita harapkan, “ ujarnya kepada awak media Amunisi.

Dengan adanya straiming banyaknya kita temukan OTG dan ODP, selanjutnya setelah ini kami ingin lakukan pemeriksaan untuk rafit ada 2 (orang), yaitu Rahma yang berasal dari Kecamatan Kayong Utara yang suaminya beberapa waktu yang lalu terdampak wabah virus covid 19, dan satu lagi yaitu Ibrahim yang initiative baru-baru saja datang dari Jepang, serta pada malam nanti kita adakan pemeriksaan kedua.

“Kedua dari Santriang ada di Nurul Madinah dan kemarin sudah kami lakukan pemeriksaan tahap pertama, dan yangg pertama saya menemukan reaktiv, tapi itu bukan wilayah kita melainkan di wilayah Sungai Besar, dan sekarang segi isolasi saja di sana tidak cukup yang saya ketahui, dikarnakan wilayahnya berbeda,” ujar Hasan..

Ibrahim yang baru saja berpulang dari Jepang, tempat ia bekerja, namun pada akhirnya ia sampai ke Indonesia setelah diperiksa terkena dampaknya wabah juga.

Ibrahim yang asli berkebangsaan warga Negara Indonesia beralamat di kelurahan Muliakerta, Kecamatan Benua Kayong, kabupaten Ketapang Kalimantan Barat dilakukan pemeriksaan.

Sementara M.Febriadi, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang Kecamatan Delta Pawan dan dari H.Rustami, Kepala Dinas Kesehatan mengatakan kepada awak media Amunisi bahwa  siap untuk membantu bila mana adanya kekurangan dari peralatan medis dan yang sekiranya dibutuhkan selama masa karantina pandemic berlangsung,

 

 

Pos terkait