Penyalahgunaan Dana Desa Ko’mara, Diduga  Oknum Plt.Kepala Desa Sekongkol dengan Sekretaris

  • Whatsapp

Oleh, Hamzar Siriwa

TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID.- Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Ko’mara Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan tahun 2019 mencapai angka Rp.2.050.010.800,-

Terdiri atas Dana Desa Rp.1.095.224.000,-, Alokasi Dana Desa Rp.918.257.600,- dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (BHPAR) Rp.36.569.200,-, Ditambah Rp.108.000.000,- silpa tahun 2019 masing masing ;Alokasi Dana Desa Rp.56.000.000,-, Dana Desa Rp.56.000.000,- dan BUMDES Rp.56.000.000,-

Untuk Dana Desa diketahui 21 jenis rencana penggunaannya, 4 diantaranya masing masing; pengadaan 2000 pohon bibit tanaman produktif a’Rp.39.000,-= Rp.78.000.000,- pengadaan 30 dos bibit jagung a’Rp.1.700.000,-= Rp.51.000.000,-, pembangunan Rumah Jabatan Kepala Desa Rp.83.000.000,-, Rp.20.000.000,- penanganan keadaan mendesak.

Sumber menyebutkan bahwa Rp.78 juta Dana Desa disepakati antara pihak Pemerintah Desa dan masyarakat dianggarkan untuk pengadaan 2000 pohon bibit tanaman produktif, tetapi hanya 400 pohon bibit duren dan bibit nanas yang realisasi tetapi nanti tahun 2020.

Sumber menyebutkan untuk dua jenis yang realisasi dari Rp.78.000.000,- kalau di rupiahkan tidak lebih dari Rp.20.000.000,-

Demikian juga dengan pengadaan 30 doos bibit jagung dengan total harga Rp.51 juta, hingga 13 Januari 2020, 1 doospun tak kelihatan, akibatnya Rp.51 juta amblas tak berguna untuk masyarakat

Sedangkan Rp.83.000.000, untuk pembangunan Rumah Jabatan Kepala Desa seperti beberapa kali diberitakan media ini realisasinya, kelihatan tetapi ditaksir menghabiskan anggaran Rp.40 juta, bukan Rp.50 juta.

Begitu juga Rp.20 juta anggaran yang dipersiapkan untuk penanganan keadaan mendesak yang menurut sumber hingga akhir tahun, penggunaannya hanya Rp.1 juta kepada seorang warga yang rumahnya kebakaran, Rp.19 juta juga tak diketahui raibnya, kuat dugaan menjadi isi kantong Plt Kepala Desa bersama Sekretarisnya.
Kalau ditambah dengan silpa Rp.108.000.000,-, total Dana Desa hanya bermanfaat untuk Plt Kepala Desa dan Sekretarisnya mencapai angka ratusan juta rupiah.

Dikatakan sumber bahwa penyalahgunaan keuangan di Desa Ko’mara terbilang lancar karena antara Plt dengan Sekretaris diduga bersekongkol, sedangkan bendahara hanya dijadikan penonton.

Plt.Kepala Desa, Muh.Ruslin yang beberapa kali di konfirmasi via ponselnya, mengatakan bahwa soal penggunaan Dana Desa di Ko’mara, bukan urusannya, melainkan urusan Sekretaris Desa, Abd.Gafur.

Sementara Sekretaris Desa, Abd.Gafur, yang di konfirmasi/di rilis TOPIKTERKINI diruang kerjanya (13/01) menyangkal tudingan Plt Kepala Desa, tidak benar itu katanya karena pencairan Dana Desa ditentukan Plt Kepala Desa, ujarnya.

 

Pos terkait