Penyidik Teliti Rekaman CCTV Kasus Pemukulan Pekerja oleh Profesor

Lokasi kejadian Menara Era lantai-12 (Foto: rumah.com)

Tim

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Penyidik Polres Jakarta Pusat masih meneliti rekaman Closed Circuit Television (CCTC) kasus penamparan pekerja Asosiasi Pengelola CSR Republik Indonesia (APCRI) dilakukan oleh Ketua Lambaga Nasional Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (LN-PKRI)  Irwannur Latubual (IL) yang bergelar profesor.

Kepastian ini diperoleh Amunisinews.co.id dari sumber yang berdekatan dengan penyidik, Kamis (16/5) kemarin. Rekaman CCTV itu merupakan barang bukti yang diserahkan pelapor Deny Saleh kepada penyidik terkait laporannya pasca penamparan pada Kamis (2/5) lalu.

“Penyidik masih melakukan penelitian barang bukti yang diserahkan dan masih akan memeriksa saksi. Prosedurnya seperti itu,” kata sumber di Polres Jakarta Pusat yang membenarkan Deny dan dua saksi yang diduga mengetahui peristiwa sudah di BAP.

Soal pemeriksaan terlapor kapan dilaksanakan, masih menunggu jadwal yang akan ditetapkan, “Surat panggilannya sudah kami siapkan dan masih berada di pimpinan,” kata sumber itu lagi.

Korban Deny melapor pada Kamis (9/5) dan menyerahkan rekaman CCTV pada penyidik.  Laporan tercatat dengan nomor LP No.782/K/V/2019/RESTRO JAKPUS

“Bukti rekaman itu sudah saya serahkan,” kata Deny di Polres Jakarta Pusat usai dia di BAP pada Senin (6/5). Rekaman inilah yang nantinya akan mengungkap benarkah terjadi penamparan yang membuat pipi bagian kanan Deny memar.

Seperti diberitakan beberapa media online, kejadian pemukulan berlangsung kantor LN-PKRI yang juga kantor APCRI dilantai 12- A Menera Era di kawasan Senen,Jakarta Pusat. Akibat perbuatan IL, korban mengalami memar di wajahnya. Korban sudah minta visum ke dokter RS.

Kronologis kejadian,  pemukulan bermula dia dan terlapor awalnya sama-sama berjalan di dalam kantor.”Saya menyapa dengan sopan akan tetapi Pak Irwannur menanyakan kenapa saya minta data dari anak buahnya, lalu marah-marah dan menampar saya,”ujar Deny.

Padahal saat itu, kata Deny dia sudah tanya data yang mana, tapi Prof terus saja menyerangnya menggunakan tangan kiri. Profesor juga mengumpat,”Dasar anjing urus saja pekerjaanmu,”.

“Saya menjadi bingung dan shock untungnya ada keamanan Pak Ketum yang melerai,” ujar Deny.

Deny menduga data yang dimaksud adalah data laporan harian yang sebelum dia masuk kerja di APCRI dan berharap kasusnya dapat diproses demi keadilan meskipun polisi hanya mengenakan pasal penganiayaan ringan dan penghinaan ringan.

47 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus Laka Tambang Kwarsa Teluk Limau Milik Rudi dan Panjul Tak Terekspose Media

Jum Mei 17 , 2019
Oleh  Herman Saleh PARIT TIGA, JEBUS, AMUNISINEWS.CO.ID-Kasus kecelakaan tambang milik pengusaha tambang Rudi dan Panjul dengan lokasi di kawasan Hutan Produksi Kwarsa  Desa Teluk Limau kecamatan Parit Tiga Jebus kabupaten Bangka Barat sekitar bulan Februari yang lalu tidak terekspose Media, baik Media lokal ataupun Media Nasional. Padahal lokasi tambang tersebut […]