Peringati HUT Sholawat Wahidiyah Ke-55, Ponpes Kedunglo Gelar Kirab Budaya Nusantara

  • Whatsapp
Peserta Kirab Budaya Nusantara (KBN) Wahidiyah Kontingen Banten.
Peserta Kirab Budaya Nusantara (KBN) Wahidiyah Kontingen Banten.

Oleh: Al Amin
AMUNISI, KEDIRI – Pendidikan budaya. Inilah kesan yang ditangkap dari Kirab Budaya Nusantara (KBN) Wahidiyah yang diselenggarakan Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW) dan Pondok Pesantren (Ponpes) Kedunglo Pusat, di Ponpes Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Kediri, Jawa Timur, Jumat (28/09/2018) pagi.
Kirab budaya tersebut dihelat untuk ikut menyemarakkan Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati HUT Sholawat Wahidiyah ke-55 tahun, sekalgus haul Mbah KH Muhammad Ma’ruf, Pendiri Ponpes Kedunglo.
Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid RA, selaku Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo beberapa saat sebelum melepas KBN Wahidiyah mengimbau agar segenap peserta tidak hanya hura-hura tapi harus senantiasa ingat kepada Allah SWT. Senantiasa lillah-billah (niat semata beribadah kepada Alloh, dan merasa segala geraknya digerakkan oleh Alloh), sehingga (masyarakat) yang melihat hatinya tersentuh.
Menurut Ketua panitia KBN, Malik Isa, kirab ini diikuti 85 kontingen daerah atau sekitar 2 ribu pengamal (jamaah) Wahidiyah dari seluruh penjuru tanah air. Bahkan, kata Malik, pengamal Wahidiyah dari luar negeri juga ikut berpartisipasi menyukseskan KBN Wahidiyah. “Alhamdulillah pengamal Wahidiyah dari luar negeri, seperti Malaysia, Brunnei Darussalam, Hongkong dan Macau juga ikut kirab,” kata Malik, bersyukur.
Lebih jauh diungkap Malik, KBN Wahidiyah mempunyai pesan edukasi bagi masyarakat, terutama bagi pengamal Wahidiyah agar lebih mengenal sekaligus dapat melestarikan khazanah budaya Nusantara sebagai aset bangsa.
Karenanya, masih kata Malik, pada kesempata Kubro mendatang rute yang akan dilintasi peserta KBN akan lebih panjang. “Agar lebih syi’ar lagi, insya Alloh pada Mujahadah Kubro yang mendatang (Rojab) akan kita adakan pada hari Sabtu dan rutenya pun agak panjang,” imbuhnya.
Sementara itu Purwanto, S.Sas, ketua kontingen DKI Jakarta ketika dikonfirmasi mengaku senang bisa ikut KBN Wahidiyah. Menurutnya tema nusantara tidak cuma label maupun sekedar lip service. “Perjuangan Wahidiyah langsung praktek dengan menggelar event Kirab Budaya Nusantara,” katanya, bersemangat.

Pos terkait