Perlu Antisipasi Menunggu Dibangun, Pagar SDN Puspiptek Rusak Berat dan Nyaris Ambruk!

  • Whatsapp

TANGERANG, AMUNISINEWS.CO — Kondisi pagar SDN Puspiptek di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, saat ini rusak berat dan nyaris ambruk serta perlu penanganan segera. Agar tidak jatuh korban, untuk itu diperlukan antisipasi seperti melarang peserta didik bermain di dekatnya.

OLEH EDY TANJUNG

Berdasarkan info salah seorang warga, menyebutkan pagar tersebut sudah lama dibangun. Karena bangunan sudah tua menjadikan pagar rusak. Tanah yang bergeser berpengaruh pada pondasi sehingga posisinya nampak berubah.

“Saya mengkhawatirkan keadaan ini yang sewaktu-waktu ambruknya bisa menelan korban. Karenanya, saya mengimbau menunggu dibangun kembali lebih baik pagar mau ambruk ini dirubuhkan saja dahulu,” sebutnya.

Plt Kepala SDN Puspiptek Enoh Maulina, membenarkan kondisi buruk pagar sekolah yang dipimpinnya. Diakuinya, kondisinya sudah sangat rusak dan membahayakan bagi para siswa-siswi. Namun kabarnya, baru akan dibongkar dan dibangun kembali pada sekitar bulan Maret atau April 2020.

“Orang Dinas sudah meninjau dan melakukan pengecekan serta pengukuran pagar. Juga memberi tahu pagar SDN Puspiptek baru akan dibangun sekitar bulan Maret atau April 2020,” ungkap Enoh.

Pantauan Amunisinews.co.id, bangunan pagar SDN Puspiptek lokasinya berada berdampingan dengan BSD City. Pagarnya BRC berpenyanggah tembok tampak miring dan sebagiannya sudah rusak. Kalau belum dibangun kembali atau dibongkar bisa ambruk dan menimpa korban.

Sementara salah seorang guru, mengatakan para guru sudah melarang agar para siswa-siswi untuk tidak bermain-main di sekitar pagar saat jam belajar dan bermain. Tapi diakuinya, tidak bisa secara terus-menerus memantau para murid.

“Kami sudah peringatkan siswa-siswi agar tidak bermain-main di sekitar pagar. Memang ada siswa yang mengambil jalan pintas keluar masuk sekolah. Tapi kami kan tidak dapat mengawasi para murid setiap waktu,” tandas guru tersebut.

“Kepada para murid kami selalu mengingatkan agar jangan bermain-main di sekitar pagar, karena takut sewaktu-waktu pagar bisa rubuh dan menimpa siswa-siswi. Tapi ada saja siswa yang bermain dan keluar-masuk menaiki pagar yang BRC-nya sudah rusak, ” ungkap guru tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *